UNIVERSITAS ANDALAS TIDAK IKUT SBMPTN POLA CBT

Padang, tiologi.com*

Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menyatakan tidak akan mengikuti sistem ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 berbasis komputer, Computer Based Test (CBT).

(Latih kemampuan CBT dan persiapan SBMPTN Anda di tiologi.com!)

“Saat ini ada kemungkinan sistem ujian penerimaan mahasiswa lewat sistem komputer masih dalam tahap uji coba, belum ada dasar kuat Unand menggunakannya,” kata Rektor Unand, Prof Tafdil Husni di Padang, Minggu (31/1).

Husni menyebutkan bahwa SBMPTN dengan sistem komputer membutuhkan banyak sarana yang harus dipersiapkan termasuk sosialisasi yang gencar kepada para calon peserta yang akan ikut SBMPTN.

Beberapa sarana utama yang harus disiapkan untuk menyelenggarakan ujian berbasis komputer adalah ruang komputer yang memadai dengan jumlah yang cukup  sesuai dengan peserta dan dengan jaringan yang luas dan kecepatan tinggi serta sistem kepengawasan dalam jaringan yang ketat.

Bila melihat kondisi di Unand saat ini, kemungkinan melaksanakan ujian dengan basis komputer tersebut masih belum memungkinkan.

Sebagai perbandingan katanya, saat Unand menerima ujian CPNS dengan sistem CAT lalu secara pelaksanaan belum efektif karena adanya kekurangan dalam hal sarana prasarana.

Di samping itu banyaknya peserta yang ikut ujian tes tersebut menjadikan kesulitan bagi panitia saat itu.

“Apalagi SBMPTN yang jumlahnya diperkirakan berkali lipat dari tes CPNS lalu,” katanya.

Menurutnya meski beberapa perguruan tinggi telah terpilih menggunakan sistem berbasis komputer, pada pelaksanaannya diperkirakan tidak akan banyak universitas yang menggunakannya.

Sebab secara keseluruhan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ditambah lagi tidak adanya fasilitas tambahan dari panitia pusat menjadikan sistem ujian SBMPTN berbasis komputer ini masih sulit dilaksanakan.

“Ada kemungkinan tahun ini sebagian besar PTN masih menggunakan sistem SBMPTN tulis cetak,” katanya.

Sementara itu Ketua Panitia SBMPTN 2016 pusat, Rohmat Wahab mengatakan terdapat 16 PTN yang akan menggunakan sistem ujian dengan berbasis komputer.

Jumlah tersebut katanya masih bersifat sementara karena masih adanya kemungkinan tambahan PTN lain.

SOSIALISASI SNMPTN DAN JALUR MANDIRI

Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat mulai melakukan sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016.

“Sosialisasi pertama akan berlangsung di Solok dan Kabupaten Solok yang berlanjut ke daerah timur Sumbar lainnya,” kata Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Unand Eriyanty di Padang, Minggu (31/1/2016).

Di Solok, sosialisasi akan berlangsung pada 3 Februari 2016 yang dilanjutkan ke daerah Sawahlunto dan Sijunjung seminggu kemudian. Setelah itu sosialisasi dilanjutkan ke daerah Pesisir Selatan pada 16 Februari dan Payakumbuh 3 hingga 4 Maret.

“Pemilihan daerah sosialisasi ini ditentukan berdasarkan surat permintaan yang masuk dari dinas pendidikan setempat,” katanya.

Dalam sosialisasi mendatang, pihaknya akan mendatangi beberapa sekolah dengan kategori khusus untuk menyampaikan materi SNMPTN dan SBMPTN. Sekolah yang akan menjadi sasaran sosialisasi tersebut, yakni sekolah yang memiliki siswa berpotensi namun letaknya jauh di pelosok sehingga menyulitkan dalam proses komunikasi.

Disamping itu, sosialisasi juga akan menyasar sekolah unggulan di daerah tersebut dengan harapan dapat menjaring siswa yang berprestasi masuk Unand.

“Sebelum ini pada Januari, Unand juga telah menyosialisasikan SNMPTN ke beberapa daerah luar Sumbar, yakni Riau dan Jambi,” ujarnya.

Sementara itu Rektor Unand Tafdil Husni mengatakan kampusnya merencanakan menerima mahasiswa baru lewat jalur tes mandiri pada tahun ini.

“Ada kemungkinan Unand akan menerima mahasiswa dalam tiga tahap yakni jalur undangan SNMPTN, seleksi tes tulis SBMPTN dan jalur mandiri, seperti yang diamanatkan oleh Kementerian riset dan Teknologi Dikti beberapa waktu lalu,” kata Tafdil.

Dia menyebutkan jalur mandiri ini tidak serta merta inisiatif sendiri dari Unand melainkan akan bersama dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. Disamping perguruan tinggi negeri penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri ini juga akan melibatkan perguruan tinggi swasta, imbuhnya.

“Konsepnya sama seperti SBMPTN namun melibatkan perguruan tinggi swasta,” kata dia.

Sesuai keputusan Kemristek Dikti, perguruan tinggi boleh menerima mahasiswa lewat tiga jalur undangan, tulis bersama dan tulis mandiri, dengan proporsi 40 persen, 30 persen dan 30 persen.

Namun perguruan tinggi juga bisa menerima hanya dengan dua jalur SNMPTN dan SBMPTN sesuai otoritas masing-masing Khusus mandiri ini kata dia, tentunya akan berbeda dari dua jalur penerimaan lain terutama mungkin terkait biaya dan jadwal kelas sebagaimana beberapa tahun lalu di Unand. Meskipun demikian secara kurikulum dan mata kuliah akan disesuaikan dengan kelas reguler lainnya.

“Saat ini penetapan ikut atau tidak jalur mandiri masih dibahas dalam rapat pimpinan, diharapkan keputusannya akan segera keluar beberapa minggu mendatang,” Ujarnya.

Sementara itu salah satu Siswa Kelas Tiga SMK Arinaldo Lebisky berharap agar Unand membuka kelas mandiri untuk program strata satu. Sebab kata dia, bagi lulusan SMK seperti dirinya tidak mudah bersaing dengan siswa lain dalam dua jalur penerimaan SNMPTN dan SBMPTN.***

Posted in tiologi KARAKTER and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan