MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-58

Sebagai selingan, mari kita bayangkan hal apa yang membantu yang bisa ditawarkan kepada dokter yang istrinya meninggal jika terapis perilaku ortodoks dan kaku dalam mengatasi situasi. Mari kita lihat apa yang pengubah perilaku sarankan “Saat kematian atau beberapa kejadian yang tidak dapat dibatalkan lainnya merampas salah satu sesuatu yang berharga …. Jadwal harus dibuat oleh yang […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-57

Namun percayalah, bahwa saya tidak pernah menyerah dari keyakinan kebermaknaan hidup tanpa syarat! Karena baik kehidupan memiliki makna—dan kemudian mempertahankan makna ini bahkan jika hidup ini adalah hidup yang singkat— atau hidup tidak memiliki makna—dan kemudian pertambahan usia hanya melanggengkan kesia-siaan. Percayalah, bahkan kehidupan tak bermakna selama ini, yaitu, kehidupan yang telah terbuang, mungkin-bahkan di saat terakhir masih memberikan makna dengan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-55

Namun, saya yakin bahwa cepat atau lambat mereka akan sampai pada alternatif positif, konstruktif dan kreatif. Bagaimanapun juga, banyak tugas yang menunggu mereka selesaikan. Mereka hanya memperluas wawasan mereka dan melihat bahwa ada banyak makna yang harus dipenuhi sekitar mereka yang memerlukan dan menimbulkan tanggung jawab. Saya ingat ketika siswa di Kanada sedang berpuasa—dan warga diminta untuk […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-51

Pendapat saya, terapi perilaku telah membuat kontribusi yang berharga dalam evolusi psikoterapi yang menunjukkan bagaimana mendemitologisasi neurosis. Formulasi ini tidak terlalu dibuat-buat bila kita menganggap fakta bahwa Sigmund Freud sendiri menjelaskan teori nalurinya sebagai “mitologi” dan naluri sebagai entitas “mitis” . Singkatnya, Freud telah membuka tabir neurotik; Rogers telah mendeideologisasi psikoterapi; dan Eysenck, Wolpe, dan lain-lain telah […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-50

Mestinya sudah jelas bahwa kita membutuhkan rehumanisasi psikoterapi bila kita ingin menyembuhkan penyakit-penyakit zaman kita. Mari secara singkat meninjau jalan yang telah diambil psikoterapi sejak zaman Freud, dengan maksud untuk menjelajah faktor yang mungkin membuat dehumanisasi psikoterapi. Psikoanalisis Freud mengajarkan bagaimana membuka kedok neurotik, bagaimana menentukan hal yang tersembunyi, dinamika bawah sadar yang mendasari perilaku. Perilaku ini dianalisis, dan “menganalisis” […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-47

Padelford juga meninjau ulang literatur dalam bidang tersebut, tentang penelitian yang dilakukannya sendiri, yang berhubungan dengan hipotesis kevakuman eksistensial. Ia melaporkan tentang pertanyaan yang ditujukan kepada pelajar mengapa mereka tertarik dan terlibat dengan obat-obatan. Di antara jawaban yang sering didaftar adalah “hasrat untuk menemukan makna dalam hidup”. Suatu penelitian epidemiologi yang dilakukan untuk National Commision on […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-45

Aspek pertama dari triad, depresi, sering berujung pada upaya bunuh diri.Terdapat bukti yang banyak bahwa upaya bunuh diri khususnya di kalangan pemuda mengalami peningkatan.”Bunuh diri, yang pernah menduduki peringkat dua pulu satu dalam daftar penyebab kematian, kini berada di peringkat kesepuluh dan di beberapa negara bagian menjadi peringkat ke enam. Setiap orang yang akhirnya bunuh […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-44

Sudah lama para psikolog mengetahui permainan itu sendiri dengan istilah psikologi dalam. Psikologi dalam berikutnya dilihat sebagai kesadaran dinamis polos yang mendasari perilaku manusia. Mungkin inilah ilustrasi terbaik yang disebut oleh Joseph Wilder sebagai joke singkat psikiater yang pernah didengarnya: “Apakah Anda seorang psikater?” “Mengapa Anda bertanya?” “Anda pasti seorang psikiater.” Dengan berupaya membuka topeng orang yang memberikan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-42

Secara rata-rata, kenyataan bahwa kevakuman eksistensial pada pelajar di Amerika lebih nyata dibanding pelajar di Eropa. Menurut pandangan saya, hal itu terjadi karena paparan rata-rata pelajar Amerika pada indoktrinasi semacam reduksionisme. Untuk mengutip sebuah contoh, sebuah buku mendefinisikan manusia sebagai “tidak lebih dari mekanisme biokimia kompleks yang didukung oleh sistem pembakaran yang memberikan energi komputer […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-41

Apabila saya diminta untuk menjelaskan secara singkat, saya akan mengatakan bahwa kevakuman eksistensial dihasilkan dari kondisi-kondisi berikut. Tidak seperti hewan, untuk melakukan sesuatu, manusia tidak harus berdasarkan naluri. Secara kontras juga dengan manusia zaman dahulu, ia tidak lagi didikte oleh tradisi dan nilai untuk melakukan sesuatu. Sekarang, mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-39

Apa yang berada di balik penekanan terhadap pencapaian seks dan kekuasaan, apa yang ada di balik kepuasan terhadap seks dan kebahagiaan, adalah frustrasi kehendak terhadap makna. Libido seksual hanya hyperthrophi dalam kekosongan eksistensial. Hasilnya adalah inflasi seks, dan seperti inflasi di pasar uang, inflasi diasosiasikan dengan devaluasi. Lebih khusus, seks didevaluasi akibat dehumanisasi. Seks manusiawi selalu […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-38

Kehendak terhadap kenikmatan, bagaimana pun bertentangan dengan kualitas transendensi diri realitas manusia. Ia juga mengalahkan dirinya sendiri. Kenikmatan dan kebahagiaan adalah hasil. Ia tidak dapat dikejar melainkan sesuatu yang terjadi. Pengejaran terhadap kebahagiaan akan merintangi kebahagiaan itu sendiri. Semakin seseorang membuat kebahagiaan sebagai tujuan semakin ia kehilangan tujuan. Hal ini paling mencurigakan dalam kasus neurosis seksual […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-37

Di satu sisi, kehendak terhadap makna bukan hanya sebagai perwujudan kemanusiaan manusia, tetapi juga —seperti yang disebutkan oleh Theodore A. Kotchen — adalah kriteria yang layak bagi kesehatan mental. Hipotesis ini didukung oleh James C. Crumbaugh, Sister Mary Raphael, dan Raymond R Sharader, yang mengukur kehendak terhadap makna dan menambahkan skor tertinggi di antara populasi bisnis dan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-36

Dalam konteks ini, saya selalu mengingat pelajaran dari instruktur penerbangan saya. Apabila ada pusaran angin, katakanlah dari Utara, sementara saya ingin mendarat di landasan yang ada di Timur, jika saya terbang ke arah Timur maka saya akan kehilangan tujuan sebab pesawat akan bergeser ke arah Tenggara. Untuk menyikapi pergeseran ini, saya harus menerbangkan pesawat saya ke […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-35

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sangat memahami perbedaan itu. Bila kita tidak memahami hal itu, kita tidak akan tertawa membaca komik yang menunjukkan keberatan Snoopy tentang penderitaannya akibat perasaan tidak tidak bermakna dan hampa, hingga Charlie Brown datang dengan semangkuk penuh makanan anjing, dan Snoopy berseru, “Ah. Makna”. Apa yang membuat kita tertawa persis pada kebingungan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-34

Bila masih ada kebutuhan untuk menunjukkan bahwa konsep kehendak terhadap makna adalah dasar yang realistis dan secara sempurna membumi, seseorang dapat mempertimbangkan hasil sebuah survey yang diterbitkan oleh American Council on Education: dari 171. 509 pelajar yang disurvey, sebagian besar —mencapai 68,1 persen—memilih “mengembangkan  filosofi hidup yang bermakna”. Hasil survey yang lain yang dilakukan di Jhon […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-33

Pertimbangkanlah sebuah mata! Mata juga adalah transendensi diri dalam satu hal. Ketika ia mempersepsi sesuatu tentang dirinya sendiri, fungsinya untuk mempersepsi dunia visual sekitarnya menjadi memburuk. Ketika ia menderita katarak, ia akan menganggap bahwa katarak itu sendiri sebagai awan. Ketika ia menderita glaukoma, ia akan mempersepsi cahaya sebagai pelangi. Mata tidak melihat apa pun dari […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-32

Dengan demikian, eksistensi manusia—paling tidak sepanjang ia belum terdistorsi neurotis—selalu terarah pada sesuatu atau seseorang selain dirinya sendiri, apakah itu makna yang harus dipenuhi atau seseorang yang harus dicintai. Saya menyebutkan konstitutif eksistensi manusia ini sebagai ‘transendensi diri’. APa yang disebutkan sebagai aktualisasi diri adalah sebagai dampak, sebagai produk samping yang tidak disadari dari transendensi […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-31

Penelitian Baru Dalam Logoterapi  Dalam kata pengantar edisi pertama berbahasa Inggris The Unconsciuous God (1975), saya berjanji untuk memeriksa beberapa prinsip, yang sejak publikasi pertama di Jerman tahun 1947, telah lebih awal dielaborasi. Dapat dimaklumi, saya mesti berkonsentrasi pada hati  nurani sebagai salah satu fenomena paling penting pada pusat prinsip ini. Sesuai dengan teori logoterapi, hati […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-30

Membicarakan martabat—apakah ia martabat seseorang atau ilmu pengetahuan—kita dapat mendefinisikan sebagai nilai sesuatu dalam dirinya sendiri, yang berlawanan dengan nilai ‘bagi saya‘. Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa siapa pun yang membuat psikoterapi menjadi ancilla theologia, pelayan bagi teologi, tidak hanya  merampok martabat pengetahuan yang otonom, namun juga mengabaikan nilai potensial yang mungkin didapat untuk agama, […]