MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-40

Saat ini, kehendak terhadap makna biasanya frustrasi. Dalam logoterapi, orang berbicara tentang frustrasi eksistensial. Para psikiater dihadapkan lebih banyak kasus dari pada sebelumnya di mana pasien mengeluhkan perasaan putus asa yang setara dengan apa yang disebutkan oleh Adler sebagai perasaan inferior. Saya akan mengutip sebuah surat dari seorang pelajar Amerika: “Saya berusia 22 tahun dengan izajah, […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-24

Berhadapan dengan kelimpahan kelebihan atau kekurangan rujukan religius pada catatan pasien, kami menanyakan pasien bagaimana sikapnya terhadap agama. Terhadap pertanyaan itu, ia terkejut dan mengakui bahwa ia sepenuhnya “pemikir bebas”. Ia mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai pengikut Haeckhel (seorang ilmuwan Biologi dengan orientasi materialisme terkenal pada saat itu). Dengan rasa bangga yang jelas ia menghubungkan dengan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-23

Analisis eksistensial telah bergerak maju bahkan melampaui pandangan Freud. Tidak lagi mempertimbangkan “masa depan sebuah ilusi”  tetapi pikiran kita berputar di sekitar munculnya keabadian sebuah realitas—di sekitar realitas yang selalu hadir di mana religiusitas intrinsik manusia mengungkap dirinya sendiri. Ini adalah realitas dalam arti fenomenologi empirisisme yang ketat. Lebih pasti, ini adalah realitas yang dapat […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-22

Ini tidak menyangkal bahwa semua religiusitas selalu berlangsung pada jalur tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Namun hal itu bukan bawaan (warisan arketipe) melainkan cetakan budaya yang ke dalamnya religiusitas pribadi dituangkan. Cetakan ini tidak diwariskan secara biologis, tetapi diturunkan melalui dunia simbol tradisional adat dan budaya tertentu. Dunia simbol ini bukan bawaan dalam diri individu, tetapi […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-20

Potensi salah tafsir ketiga dan yang paling penting: tidak dapat ditekankan dengan cukup kuat bahwa tidak hanya bawah sadar juga keilahian atau kemahatahuan, tapi di atas semua hubungan bawah sadar manusia dengan Tuhan adalah pribadi yang suci. “Tuhan bawah sadar” tidak harus dikelirukan sebagai kekuatan impersonal dalam manusia. Kesalahpahaman ini adalah kesalahan besar yang dibuat […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-19

Frase “Tuhan bawah sadar” dapat disalahtafsirkan dalam tiga cara. Pertama, penafsiran yang mengarah panteistik. Tafsiran ini menjadi kesalahpahaman sempurna jika menganggap bahwa alam bawah sadar sendiri ilahi. Alam bawah sadar hanya berhubungan dengan yang ilahi. Orang yang memiliki relasi bawah sadar dengan Tuhan  sama sekali tidak berarti bahwa Tuhan ada “dalam dirinya,”—bahwa ia “mendiami” bawah […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-18

Dengan memeriksa hasil yang dicapai dalam lima bab sebelumnya bersama-sama dengan hasil yang diperoleh sebelumnya dengan analisis eksistensial, dapat dilihat bahwa pendekatan dikembangkan dalam tiga tahap utama:Titik awal adalah fakta fenomenologis dasar bahwa keberadaan manusia adalah keberadaan yang sadar dan bertanggung jawab, yang berpuncak pada sintesis keduanya-yaitu, dalam kesadaran pada tanggung jawab seseorang. Tahap kedua […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-17

Semakin religius seseorang, semakin ia menghormati keputusan sesamanya. Di atas semuanya, justru orang religiuslah yang harus menghormati kebebasan seperti itu, karena mereka percaya bahwa manusia diciptakan untuk bebas. Dan kebebasan ini termasuk kebebasan mengatakan tidak atau dengan sengaja menolak menerima Weltanschauung agama. Yang pasti, di antara mereka yang berkomitmen terhadap pandangan atheis atau agnostik, ada […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-16

Jadi, hati nurani bukan hanya fakta dalam imanensi psikologis tetapi juga rujukan bagi transendensi; hanya dengan mengacu pada transendensi, hanya sebagai semacam fenomena transenden, ia dapat benar-benar dipahami. Hal ini seperti pusar manusia, yang akan menjadi tak bermakna bila diambil sebagai fenomena terisolasi; pusar hanya dapat dipahami dalam konteks sejarah sebelum kelahiran, sebab ia menunjuk […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-15

Kualitas Transenden Hati Nurani Dalam analisis eksistensial mimpi pada bab sebelumnya, fakta psikologis tekanan dan bawah sadar religius sudah jelas. Hasil empiris analisis eksistensial memunculkan harapan ontologisnya. Faktanya, jika analisis eksistensial hati nurani dilakukan lebih lanjut, seseorang akan dihadapkan dengan penemuan yang sangat signifikan, yang dapat digambarkan sebagai kualitas transenden hati nurani. Untuk menjelaskan temuan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-14

Sebagai contoh, dalam salah satu demonstrasi itu, pasien ditanya apakah ia bisa mereproduksi mimpi. Ia menceritakan suatu mimpi berikut: “Saya berada di tengah-tengah kerumunan banyak orang, tampaknya seperti pasar malam. Semua orang bergerak ke satu arah, sementara saya sendiri bergerak ke arah yang berlawanan.” Interpretasi: Dalam “pasar malam” dunia ini, sebagian besar orang sama. Pasien, […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-13

Tidak mengherankan bila pasien memiliki masalah dengan institusi agama, sebab ia mengaku bahwa ia telah mengalami keadaan ekstase mistis beberapa kali. Oleh karena itu, sangat menarik mengeksplorasi sisi problem agama itu dan menelisik seberapa jauh aspek bawah sadar spiritual pasien menemukan ekspresi dalam mimpinya: “Saya berada di St. Stephen Square.” (pusat Katolik Wina.) “Aku berdiri […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-12

Berikut, masalah yang sama ditemukan pada tingkat yang lebih laten: Seorang pasien bermimpi ayahnya menyerahkan banyak sakarin padanya, namun ia menolak dengan alasan bangga bahwa ia lebih suka minum kopi atau teh pahit dari pada menggunakan pemanis pengganti gula. Asosiasi bebas secara harfiah sebagai berikut: “Menyerahkan—tradisi, namun tradisi yang saya dapatkan dari ayah saya adalah agama,” […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-11

Pertimbangkan mimpi seorang pasien lain: Seorang pasien menceritakan mimpi yang sering berulang, bahkan dalam satu malam. Dia bermimpi bahwa ia sedang berada di kota lain dan ingin menelepon seorang wanita. Tapi kontak di telepon begitu banyak—berisi ratusan nomor—membuatnya tidak berhasil menemukan kontak. Setelah bangun, pasien meyakini bahwa kontak yang ia ingin panggil bukanlah wanita tapi […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-10

ANALISIS EKSISTENSIAL MIMPI Dari apa yang telah dibahas, tampaknya mengikuti bahwa bawah sadar spiritual akan sangat sulit untuk dijelaskan. Namun ada cara di mana bawah sadar—termasuk aspek spiritual— dieksplorasi, yaitu, melalui mimpi. Sejak Freud memperkenalkan metode klasik penafsiran mimpi, berdasarkan asosiasi bebas, kita telah belajar memanfaatkan teknik ini. Hal ini juga dilakukan dalam analisis eksistensial, […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-9

Hal ini mungkin tampak menyiratkan bahwa kreativitas seni, atau kegiatan spiritual lainnya, hanya masalah emosi dan perasaan. Tapi konsep emosi dan perasaan kini telah menjadi sangat samar, dan penting untuk memahami perbedaan yang dibuat Scheler antara perasaan sebagai sekadar “situasi emosional” (GefUhlszustand) dan perasaan sebagai “perasaan intensional” (intentionales Gefühl), yaitu, perasaan yang diarahkan ke rujukan […]

MAN’ SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-7

Sejauh nurani secara intuitif mengungkapkan sedemikian konkrit, kemungkinan makna individu, seseorang mungkin tergoda untuk berpikir cara hati nurani beroperasi sebagai naluri, dan dengan demikian berbicara hati nurani dirinya sebagai naluri etis. Tapi setelah kita melihat lebih dekat, kita melihat bahwa naluri etis ini nyata menyimpang dari apa yang biasanya disebut naluri, yaitu, naluri biologis, yang […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-6

ANALISIS EKSISTENSIAL NURANI Fenomena nurani berfungsi dengan baik sebagai model untuk lebih menerangi konsep tentang alam bawah sadar spiritual. Seperti yang dijelaskan di bab sebelumnya, hati nurani, bersama dengan tanggung jawab, adalah Urphanomen sejati, fenomena tak tereduksi yang melekat dalam manusia sebagai makhluk yang memutuskan, sebagai entscheidendes Sein. Sekarang apa pun upaya kita sebelumnya untuk […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-5

Tetapi, mengapa tidak melangkah lebih jauh dengan menggabungkan model tingkatan dengan model lapisan? Mengapa tidak memahami lapisan konsentris sebagai dasar struktur tiga dimensi? Kita hanya perlu membayangkan bahwa inti pribadi—pusat spiritual yang dicakup oleh somatik perifer dan lapisan psikis—dipanjangkan hingga kita harus memahaminya sebagai sumbu. Sumbu ini kemudian akan memanjang, bersama-sama dengan lapisan perifer meliputi […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-4

Eksistensi dengan demikian mungkin menjadi otentik bahkan bila hal itu adalah bawah sadar, tetapi eksistensi manusia otentik hanya ketika ia bukan dorongan, melainkan tanggung jawab. Eksistensi otentik hadir ketika diri sedang memutuskan untuk dirinya sendiri, bukan ketika id mendorongnya. Bisa dikatakan bahwa psikoanalisis memiliki “id-ified,” dan “de-self-ified,” eksistensi manusia. Sejauh Freud mendegradasi diri ke epiphenomenon […]