LOGOTERAPI-16

Kadang, bila pasien memiliki landasan spiritual yang kokoh, tidak akan timbul keberatan bila menggunakan keyakinan spritualnya sebagai efek terapi keyakinan spritualnya dan karenanya menggeser sumber spritualnya. Untuk melakukan hal itu, seorang psikiater harus dapat menempatkan dirinya pada posisi pasien. Seperti yang pernah saya lakukan ketika seorang rabbi dari Eropa Timur menemui saya dan menceritakan. Ia […]

LOGOTERAPI-14

Sebagai improvisasi, saya bergabung dengan diskusi dan bertanya pada wanita lain dalam kelompok itu. Saya menanyakan berapa usianya, yang ia jawab, “Tiga puluh.” Saya balas, “Bukan tiga puluh, melainkan delapan puluh dan Anda sedang berbaring di peti mati. Sekarang Anda melihat kehidupan Anda sebelumnya, kehidupan tanpa anak namun memiliki kesuksesan finansial dan berbagai prestasi sosial.” […]

LOGOTERAPI-13

Saya belum mencatat bahwa jawaban terhadap pertanyaan yang saya pergumulkan dengan penuh gairah masih tersembunyi, dan segera sesudahnya jawaban itu diberikan kepada saya. Hal itu terjadi ketika saya harus menyerahkan jaket saya dan digantikan dengan jaket usang yang diwariskan dari seorang tawanan yang sudah dikirim ke kamar gas segera setelah ia tiba di stasiun kereta […]

LOGOTERAPI-12

Namun, saya akan membuatnya lebih sempurna, bahwa bukan berarti makna harus selalu membutuhkan penderitaan. Saya hanya menegaskan bahwa makna masih dapat ditemukan bahkan dalam penderitaan sekalipun—tentu, jika penderitaan tak terhindarkan. Bila hal itu dapat dihindarkan,kadang, sesuatu yang paling bermakna dilakukan akan menghilangkan penyebabnya, baik itu psikologis, biologis, dan politis. Menderita untuk hal yang tidak penting […]

LOGOTERAPI-11

Cara ketiga menemukan makna dalam kehidupan adalah melalui penderitaan. Makna Penderitaan Kita seharunya tidak melupakan bahwa kita mungkin juga menemukan makna bahkan dalam situasi ketika kita dihadapkan pada situasi tanpa pengharapan, ketika menghadapi takdir nyang tidak bisa diubah. Dari apa yang kemudian terjadi adalah keberanian bersaksi tentang keunikan potensi manusia pada bentuk terbaiknya, yang mengubah  […]

LOGOTERAPI-10

Sejauh ini kita telah menunjukkan bahwa makna hidup selalu berubah, namun tidak pernah berhenti. Menurut logoterapi, kita dapat menemukan makna dalam kehidupan dengan tiga cara: (1) dengan menciptakan sebuah karya atau melakukan sesuatu yang bermanfaat; (2) dengan mengalami sesuatu atau bertemu dengan seseorang;dan (3) dengan mengambil sikap terhadap penderitaan yang tidak terhindarkan. Cara yang pertama, […]

LOGOTERAPI-9

Dengan demikian, tergantung pada pasien, apakah ia menginterpretasikan tugas hidupnya menjadi tanggung jawab terhadap masyarakat atau terhadap kesadaran dirinya sendiri. Kadang, ada manusia yang tidak menginterpretasikan hidupnya sekadar bentuk tugas yang dibebankan kepada mereka, tetapi juga dalam bentuk pemberi tugas yang membebankan itu kepadanya. Logoterapi tidak pernah mengajari maupun mengkotbahi. Hal itu dibuang jauh dari […]

LOGOTERAPI-7

Lagi pula, berbagai topeng dan penyamaran muncul di balik vacuum eksistensial. Kadang, frustrasi kehendak terhadap makna mengalami kompensasi dalam bentuk kehendak terhadap kekuasaan, meliputi kehendak terhadap kekuasaan yang paling primitif, kehendak terhadap uang. Dalam kasus lain, frustrasi kehendak terhadap makna diambil alih oleh kehendak terhadap kenikmatan. Hal itulah yang mengakibatkan mengapa frustrasi terhadap makna sering […]

LOGOTERAPI-6

Vakum Eksistensial (Existential Vacumm) Vakum eksistensial adalah fenomena yang luas di abad ke 20. Hal ini dapat dipahami, hal itu mungkin disebabkan oleh berlipagandanya perubahan yang dilalui oleh manusia hingga menjadi manusia sejati. Pada awal sejarah manusia, ia kehilangan beberapa insting hewani yang di dalamnya melekat perilaku hewani yang membuatnya merasa nyaman. Beberapa kenyamanan, seperti […]

LOGOTERAPI-4

Tidak semua konflik berarti neurosis. Beberapa konflik adalah normal dan menyehatkan.Dalam arti yang sama, penderitaan tidak selalu menjadi fenomena patologis. Alih-alih menjadi simptom neurosis, penderitaan dapat menjadi pencapaian yang baik, khususnya bila penderitaan menumbuhkan frustrasi eksistensial. Saya dengan tegas menolak bahwa pencarian seseorang terhadap makna dalam eksistensinya, atau bahkan keraguannya terhadap hal itu, dalam setiap […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-62

Ketika kita membicarakan upaya untuk memberikan penguatan mental pada seseorang di kamp, kita mengatakan bahwa ia harus ditunjukkan sesuatu yang mengarah ke masa depan. Ia harus diingatkan bahwa kehidupan di masa depan menunggunya. Bahwa kemanusiaan menunggunya kembali. Namun bagaimana setelah ia bebas? Banyak orang yang mendapati kenyataan bahwa tidak ada yang menunggunya. Betapa celakanya bagi […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-61

Hanya dengan cara yang pelan yang dapat menuntun orang-orang kembali pada kebenaran yang lazim, bahwa tidak seorang pun berhak melakukan kejahatan, bahkan bila kejahatan dilakukan terhadap mereka. Kita harus berusaha keras membimbing mereka kembali pada kebenaran itu, atau konsekuensinya akan lebih buruk dari pada kehilangan ribuan tangkai gandum. Saya masih melihat  tawanan yang menggulung lengan […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-60

Suatu saat, beberapa hari sesudah bebas, saya berjalan berkeliling kota, beberapa mil, melewati padang rumput berbunga ke arah pasar yang ada dekat kamp. Burung-burung kecil beterbangan ke angkasa,dan saya bisa mendengar kicauan riang mereka. Tak seorang pun yang terlihat hingga beberapa mil berikutnya. Tidak ada apa pun selain bumi yang luas, langit, nyanyian burung-burung kecil, […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-59

Kami tiba di lapangan rumput yang penuh dengan bunga. Kami menyaksikan dan meyakini bahwa mereka ada di sana, namun kami tidak meresapinya. Percikan api kebahagiaan datang ketika kami melihat seekor ayam jantan dengan bulu warna-warni. Namun hal itu tetap hanya sebagai percikan, kami tidak dapat merasakan dunia. Pagi-pagi ketika kami bertemu lagi di pondok, seseorang […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-58

Dari semua itu, kita belajar bahwa hanya ada dua ras manusia, manusia baik dan manusia jahat. Keduanya dapat ditemukan di kelompok manapun. Mereka melakukan penetrasi ke semua strata sosial. Tidak satu pun kelompok yang hanya berisikan orang baik atau hanya orang jahat. Dalam hal ini, tidak ada kelompok dengan ras yang murni. Ada kemungkinan menemukan […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-57

Pertama, di antara para pengawal ada beberapa yang memang sadis— dalam arti klinis yang sesungguhnya. Kedua, mereka yang sadis ini selalu diseleksi ketika ada kebutuhan pengawalan beberapa kelompok. Kami merasa senang ketika diberikan ijin untuk menghangatkan badan setelah bekerja sekitar dua jam dalam cuaca dingin. Kami duduk di depan tungku yang sudah diberi beberapa potong […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-56

Kemudian saya membicarakan berbagai kesempatan untuk memberikan makna kepada hidup. Saya ceritakan teman saya (yang berbaring tak bisa bergerak, meskipun kadang terdengar mendesah) tentang kehidupan manusia, dalam berbagai lingkungan, tidak pernah berhenti untuk memiliki makna.dan bahwa makna hidup yang terbatas meliputi penderitaan dan maut, kemelaratan dan kematian. Saya meminta kepada makhluk kecil yang mendengar saya […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-55

Lalu saya mulai dengan hal-hal sepele untuk mulai menyamankan mereka.Saya katakan bahwa bahkan di Eropa dalam enam musim dingin terakhir selama Perang Dunia ke dua, situasi kita bukanlah yang terburuk seperti yang kita pikirkan. Saya katakan bahwa masing-masing  kami harus menanyakan diri sendiri, hal apa yang tidak tergantikan di mana ia bersedia menderita untuknya. Saya […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-54

Hari itu hari yang buruk. Pada saat parade, pengumuman dibuat untuk menentukan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Melakukan hal yang tidak diperbolehkan dianggap sebagao sabotase dan oleh sebab itu akan mendapat hukuman mati dengan digantung. Diantara yang dianggap sebagai kejahatan adalah memotong bagian selimut (yang digunakan sebagai pembalut kaki) dan pencurian […]

MAN’S SEARCH FOR MEANING-53

Permulaan baik dari suatu psikoterapi atau psikohigienis  bisa terjadi bila mereka semua yang ada di kamp, baik individual maupun kolektif berada dalam situasi alamiah. Pendekatan psikoterapi individual biasanya adalah semacam prosedur penyelamatan hidup. Upaya ini mengutamakan pencegahan orang melakukan bunuh diri. Aturan di kamp melarang keras upaya melarang orang melakukan bunuh diri. Misalnya, dilarang keras […]