SOAL TES KEPERAWANAN, Tiopan LG: “Apapun Namanya, Itu Melanggar UUD 1945 dan UU Sisdiknas.”

keperawananJakarta, tiologi.Com » Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan tentang keperawanan sehingga membuat rencana kebijakan yang aneh-aneh.

“Kami tengah merencanakan ada tes keperawanan untuk siswi SMA sederajat. Dana tes itu kami ajukan untuk APBD 2014,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih HM Rasyid, Senin (19/8/2013). Disdik menyiapkan semua siswi sekolah di Prabumulih untuk mengikuti tes keperawanan. Katanya, tes tersebut sebagai respons terhadap maraknya kasus siswi sekolah yang berbuat mesum, bahkan diduga  terlibat dalam praktik prostitusi.

Rasyid mengakui, rencana Disdik tersebut rentan disalahartikan dan bakal mendapat kecaman pelbagai pihak. Disdik juga sempat takut rencana kebijakan itu bakal dicap melanggar hak asasi para siswi.

“Masalah keperawanan adalah hak asasi setiap perempuan. Tapi di sisi lain, kami berharap seluruh siswi tak terjerumus ke hal negatif. Karena itu, kami tetap mewacanakan kebijakan itu untuk digelar tahun depan,” tandasnya.

Kebijakan Ilegal

Pakar pendidikan karakter, Tiopan LG, ketika ditanyai pendapatnya seputar kontroversi tes keperawanan siswi di Prabumulih mengatakan menolak dengan tegas kebijakan itu. “Pendidikan adalah hak asasi setiap warga negara yang dijamin dalam UUD 1945 dan dijabarkan lagi dalam UU Sisdiknas. Jangan sembarangan membuat kebijakan yang tidak bermutu. Kebijakan seperti itu berarti melanggar UUD 1945. Apapun itu namanya, mau tes keperawanan, mau tes kesehatan, jika melanggar hak untuk mendapatkan pendidikan, itu ilegal. Pendidikan kita sudah carut-marut, malah ada lagi oknum yang tidak bertanggung jawab menambah kebobrokan itu.  Begitulah potret pengelola pendidikan kita. Dari dulu hingga sekarang tidak beres. Yang diurus bukannya pendidikan, malah keperawanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tiopan LG mengatakan, jika mereka prihatin dengan kondisi generasi muda, seharusnya yang mereka lakukan adalah membangun karakter mereka. “Ini kelemahan sistem pengelolaan pendidikan kita. Yang tidak mengerti pendidikan mengelola pendidikan. Mereka hanya mampu berpikir di permukaan saja, mereka tidak bisa melihat bahwa fundasinya adalah karakter. Semua kenakalan remaja bersumber dari tidak adanya pembangunan karakter,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mempersoalkan tes keperawanan untuk siswi sekolah menengah atas yang bakal diterapkan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. “Untuk apa, sih, dilakukan tes virginity itu? Untuk apa?” kata Nuh di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2013. Jika memang ditujukan untuk mengetahui siswi yang pernah berhubungan intim di luar nikah, sehingga siswi itu dinilai tak perawan lagi, Nuh tetap tak melihat pentingnya pelaksanaan tes keperawanan itu. “Terus mau diapain kalau sudah tahu dia melakukan itu, apakah tidak boleh sekolah atau apa?”Tanya mendikbud.

(T-03/tiologi.Com)

Posted in OPINI and tagged , , .

Tinggalkan Balasan