SBMPTN KIMIA-4

  1. Nilai energi pengionan pertama sampai dengan ke lima untuk suatu unsur berturut-turut adalah 5139, 47286, 71640, 98910, dan 138390 kJ mol-1. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsur tersebut cenderung membentuk ion bermuatan …

(A) +1

(B) +2

(C) +3

(D) +4

(E) +5

  1. Senyawa kovalen X2Y terbentuk dari atom dengan nomor atom X dan Y berturut-turut 17 dan 8. Bentuk molekul yang sesuai untuk senyawa kovalen tersebut adalah …

(A) Linear

(B) Segitiga datar

(C) Bentuk V

(D) Piramida segitiga

(D) Tetrahedral

  1. Suatu senyawa organik mengandung 46,7% C, 4,4% H, 31,1 % N dan sisanya adalah oksigen. Senyawa ini memiliki Mr = 180. Jumlah atom nitrogen (L =6,02 x 1023) yang terkandung dalam 0,2 mol senyawa tersebut adalah …

(A) 2,408 x 1022

(B) 4,816 x 1022

(C) 1,204 x 1023

(D) 2,408 x 1023

(E) 4,816 x 1023

 

  1. Cis-platin, Pt(NH3)2Cl2(Mr = 300) merupakan senyawa anti kanker yang diproduksi dari reaksi kalium tetrakloroplatinat dengan ammonia menurut reaksi berikut :

K2[PtCl4](s) + NH3(g)  [Pt(NH3)2Cl2](s) + KCl(s) (belum setara).

Jika 8,30 g kalium tetrakloroplatinat(Mr = 415) direaksikan dengan 0,34g gas amonia (Mr = 17), maka massa cis-platin yang dihasilkan adalah …

(A) 1,50 g

(B) 3,00 g

(C) 4,15 g

(D) 6,00 g

(E) 8,30 g

  1. Padatan NH4NO3 (Ar N = 14, H = 1, O = 16) jika dipanaskan akan terurai menjadi gas N2 dan uap air menurut reaksi berikut :

NH4NO3(s)  → N2O(g) + 2H2(g)

Pemanasan 40 g padatan NH4NO3 menghasilkan 10 L gas N2O. Jika pada kondisi yang sama 10 L gas X memiliki massa 22 g, maka massa molekul relatif (Mr) gas X adalah …

(A) 22

(B) 44

(C) 66

(D) 88

(E) 110

 

  1. Perhatikan tabel berikut !
Ikatan

Energi Ikatan (kJ mol-1)

C-C 350
C=C 610
C-F 490
F-F 160

Perubahan entalpi reaksi fluorinasi 1 mol amino propena pada fasa gas berikut adalah:

            NH2

            |

CH3C =CH2(g) + F2(g)

         NH2

          │

CH3—C—CH2(g)
│    │

          F    F

(A) -560 kJ

(B) -280 kJ

(C) -70 kJ

(D) +70 kJ

(E) +560 kJ

  1. Dalam suasana basa, Cl2 mengalami reaksi disproporsionasi menghasilkan ion Cldan ClO3-. Jumlah mol ion ClO3 yang dihasilkan dari 1 mol Cl2 adalah …

(A) 1

(B) 2

(C) 3

(D) 1/2

(E) 1/4

  1. Nilai potensial reduksi beberapa ion diberikan di bawah ini.

Cu2+(aq)+2e-→Cu(s)              E°=+0,340V

2H+(aq)+2e-→H2(g)  E°=0,000V

Pb2+(aq)+2e→Pb(s) E°=-0,126V

Fe2+(aq)+2e– →Fe(s) E°=-0,440V

2H2O(l)+2e→H2(g)+2OH(aq) E°=-0,830V

Arus listrik sebesar 10 mA dialirkan pada sel ektrolisis. Pada elektrolisis ini katoda dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ion Cu2+, H+, Pb2+, dan Fe2+ dengan konsentrasi masing-masing 0,1 M. Spesi yang pertama kali terbentuk pada katoda adalah …

(A) H2

(B) OH

(C) Cu

(D) Pb

(E) Fe

  1. Gas oksigen difluorida(OF2) disintesis dari reaksi antara gas F2 dengan gas O2 menurut reaksi berikut :

2F2(g)+O2(g) ⇋ 2OF2(g)

Dalam sebuah wadah dengan volume tertentu, tekanan awal gas F2 dan gas O2 diketahui masing-masing 1 atm. Jika pada kesetimbangan tekanan total gas adalah 1.75 atm, maka nilai Kp reaksi tersebut adalah …

(A) 0,133

(B) 0,278

(C) 0,555

(D) 0,755

(E) 1,333

 

  1. Untuk reaksi berikut: 2N2O5(g)→4NO2(g)+O2(g)

Bila pada saat tertentu laju pembentukkan gas NO2 adalah 6 mol L-1s-1, maka laju pengurangan gas N2O5 adalah …

(A) 6,0 mol L-1 s-1

(B) 4,0 mol L-1 s-1

(C) 3,0 mol L-1 s-1

(D) 2,0 mol L-1 s-1

(E) 1,5 mol L-1 s-1

 

  1. Larutan A dibuat dengan melarutkan 0,01 mol urea dalam 500 g air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 0,001 mol NaBr dan 0,001 mol Na2SO4 dalam 500 g air. Kedua garam ini terdisosiasi sempurna dalam air. Perbandingan penurunan tittik beku larutan A terhadap larutan B adalah …

(A) 2 : 3

(B) 1 : 2

(C) 1 : 1

(D) 3 : 2

(E) 2 : 1

  1. Piridin (C5H5N) memiliki Kb = 2 x 10-9. Bila 100 mL larutan piridin 0,1 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 0,05 M, maka pH akhir larutan adalah …

(A) 4 – log 5

(B) 5 + log 2

(C) 7 – log 5

(D) 8 + log 5

(E) 9 – log 2

  1. Perhatikan reaksi-reaksi berikut !

H2BO3-(aq)+H2O(l)H3BO3(aq)+OH(aq)

CO32-(aq)+H3O+(aq)⇋HCO3(aq)+H2O(l)

H2PO4(aq)+H2O(l)⇋HPO42-(aq)+H3O+(aq)

Spesi kimia yang BUKAN merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah …

(A) H2O(l) dan H3O+(aq)

(B) H2BO3(aq) dan H3BO3(aq)

(C) H3O+(aq) dan OH(aq)

(D) CO32-(aq) dan HCO3(aq)

(E) H2PO4(aq) dan HPO42-(aq)

 

  1. Di antara alkena berikut, alkena yang memiliki isomer geometri cis-trans adalah …

(A) H2C=CH—CH2—CH2—CH2—CH3

(B) H3C—C=CH—CH(CH3)—CH3

(C) H2C=C—CH2—CH3

(D) H3C—C=CH—CH2—CH2—CH3

(E) H3C—C=CH—C(CH3)—CH3

 

  1. Reaksi pembuatan 2-butena (C4H8) dari 2-butanol dengan H2SO4 pekat merupakan reaksi …

(A) Subsitusi

(B) Adisi

(C) Eliminasi

(D) Hidrolisis

(E) Pembakaran

 

Posted in SBMPTN KIMIA and tagged , .

Tinggalkan Balasan