PHILOSOPHY TODAY : RENDAH HATI

Rendah Hati

Salah satu penyakit yang sering diidap para pemimpin tidak berkarakter adalah sikap sombong. Merasa memiliki otoritas, terkenal, dan memiliki kuasa dengan mudah bisa berubah menjadi pikiran, “Bukankah saya paling hebat?”

Kerendahan hati merupakan kualitas terakhir yang dipikirkan banyak orang ketika berpikir tentang karakter untuk menjadi pemimpin, padahal untuk menjadi pemimpin besar, kerendahan hari merupakan kualitas utama.

Mengapa kerendahan hati merupakan kualitas utama seorang pemimpin besar? Kerendahan hati membutuhkan kedewasaan dan kemampuan melampaui ego. Kedewasaan dan kemampuan melampaui ego itu menjadi sesuatu yang sangat penting dalam menghidupkan kran motivasi dan kreativitas dari sumber daya yang ada dalam organisasi yang merupakan nyawa dan energi bagi setiap organisasi.

Pemimpin yang tidak rendah hati akan merasa bahwa semua gagasan yang bukan dari dirinya adalah gagasan yang tidak layak, akibatnya benih-benih kreativitas tidak bisa bertumbuh dengan baik. Bila kreativitas tidak bertumbuh, setiap orang dalam organisasi merasa seperti robot yang hanya mengerjakan apa yang diperintahkan oleh bos. Kondisi demikian akan membuat performa organisasi menjadi menurun.

Seorang pemimpin berkarakter memahami bahwa performa organisasi tergantung pada sinergi yang terbangun dalam organisasi itu, dan untuk membangun sinergi, setiap orang dalam organisasi harus memiliki kemandirian dan kreativitas.

Pemimpin berkarakter memahami bahwa setiap orang memiliki bakat masing-masing. Oleh karena itu, ia tidak selalu merasa benar. Pemimpin berkarakter akan memadukan  bakat-bakat itu dan membuatnya bersinergi membangun organisasi.

Bangunlah Kerendahan Hati!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan