PHILOSOPHY TODAY: PILIHAN DAN KONSEKUENSI

PILIHAN DAN KONSEKUENSI

Dalam kehidupan, kita bebas membuat pilihan-pilihan. Namun, walaupun kita bebas untuk memilih tindakan kita, kita terikat dengan konsekuensi. Kita tidak bebas untuk memilih konsekuensi dari tindakan kita. Konsekuensi dari pilihan-pilihan kita mengikuti hukum alam. Seseorang bisa memutuskan untuk terjun dari puncak monas, namun ia tidak bisa memutuskan apa yang terjadi setelah ia melakukan itu.

Seorang pengusaha bisa memutuskan untuk berlaku curang dalam bisnisnya, seorang siswa bisa memutuskan berbuat curang dalam ulangan, namun mereka tidak bisa memutuskan apa konsekuensi dari perbuatannya. Konsekuensinya tergantung pada faktor-faktor lain. Seorang siswa yang mencontek dalam ulangan misalnya bila ketahuan bisa saja dipermalukan oleh guru atau teman-temannya atau bisa saja tidak ketahuan tetapi ia akan terus merasa bersalah. Seorang pengusaha curang bisa berurusan dengan aparat hukum bila ketahuan. Semua itu tergantung faktor luar.

Tindakan kita diatur oleh prinsip. Hidup yang selaras dengan prinsip membawa konsekuensi positif sedangkan hidup yang tidak selaras dengan prinsip membawa konsekuensi negatif. Kita bebas memilih respons kita terhadap situasi apapun, namun dalam pilihan-pilihan kita terkandung hal yang tidak bisa kita pilih yaitu konsekuensi.  

Ketika kita memilih respons yang membawa konsekuensi yang tidak kita inginkan, pilihan itu mungkin menyebabkan penyesalan bagi kita. Bila kita sampai pada kondisi demikian, kita perlu sadari adalah kesalahan masa lalu termasuk dalam hal-hal yang di luar kekuasaan kita. Satu-satunya yang bisa kita lakukan terhadap masa lalu adalah menyadari serta belajar dari pengalaman itu sehingga bisa memperbaikinya ketika ada persoalan yang sama di masa depan. Keberhasilan adalah ujung lain dari kegagalan.

Respons terhadap kesalahan akan memengaruhi kualitas kita berikutnya. Orang yang belajar dan mengakui kesalahan akan mudah memperbaiki diri, namun orang yang tidak mengakui kesalahan akan berusaha menutupinya dengan kebohongan-kebohongan. Kebohongan terhadap kesalahan akan memberikan kekuatan tambahan pada kesalahan sebelumnya sehingga lama-kelamaan menjadi karakter. Hal itulah yang terjadi pada seseorang yang menjadi penipu. Berhati-hatilah dengan pilihan Anda!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan