PHILOSOPHY TODAY: “PERTUMBUHAN,KEGIGIHAN, DAN KESABARAN”

“PERTUMBUHAN,KEGIGIHAN, DAN KESABARAN”

Proses pertumbuhan mematuhi hukum alam. Selalu ada proses dan langkah-langkah yang harus dijalani untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi,

Pernahkah memperhatikan proses penetasan ayam dari telur? Seekor anak ayam yang sudah waktunya menetas dari telur memerlukan beberapa saat untuk berhasil keluar dari cangkangnya. Upaya itu hampir menguras seluruh energinya. Tunas tumbuhan yang keluar dari biji juga demikian. Ia tidak langsung tumuh sebagai pohon sebagaimana yang sudah kita lihat. Pelan-pelan ia keluar dari biji. Dari yang awalnya bengkok kemudian lurus dan tumbuh normal.

Manusia juga demikian. Ia butuh waktu sekitar sembilan bulan di rahim ibu untuk mematangkan energinya memulai kehidupan. Beberapa hari setelah lahir, ia belum bisa bergerak ke sana ke mari, hanya bisa menangis. Setelah itu ia belajar bergerak dan membalikkan badan sebagai syarat bagi proses berikutnya, merangkak. Setelah bisa merangkak ia siap untuk belajar berdiri. Kemampuan berdiri adalah syarat untuk bisa belajar berjalan. Demikian berproses terus hingga anak bisa berlari, bisa membaca, bisa menulis, dan lain sebagainya.

Alam memberlakukan hukum yang harus dipatuhi dan melanggarnya berarti melawan hukum alam, yang selalu berakibat merugikan diri sendiri atau merugikan orang lain. Hukum pertumbuhan mengharuskan bahwa seekor anak ayam memerlukan proses dan waktu bisa keluar dari cangkang telur hingga bisa berjalan. Cobalah membantunya dengan langsung melepaskannya dari cangkangnya, apa yang akan terjadi? Hal itu pasti akan membahayakan anak ayam itu. Jika Anda tidak sabar mengikuti proses anak yang belajar merangkak dan  memaksakannya langsung berjalan, kemungkinan besar selamanya ia tidak akan mampu berjalan. Semuanya butuh proses, pertumbuhan dan perkembangan.

Setiap proses membutuhkan waktu tertentu. Itu artinya bahwa menyelaraskan kehidupan kita dengan hukium pertumbuhan adalah membangun kegigihan dan kesabaran. Kegigihan diperlukan untuk mengikuti proses sehingga tidak menyerah, kesabaran diperlukan untuk bersedia menunggu setiap proses selesai. Kegigihan dan kesabaran adalah suatu keseimbangan dalam proses. Kegigihan adalah kapasitas untuk gerak maju. Sementara kesabaran adalah kapasitas untuk tidak terburu-buru.

Karena setiap hal ada prosesnya, dan kehidupan berlangsung dari proses yang satu ke proses yang lain. Setiap proses memerlukan kegigihan dan kesabaran. Begitu pentingnya kegigihan dan kesabaran, kesuksesan seseorang biasanya sangat ditentukan oleh kegigihan dan kesabaran itu. Kesuksesan yang diperoleh dari cara-cara instan pasti tidak memiliki akar yang kokoh untuk terus bertumbuh.

Mudah  bagi kita untuk memahaminya namun sulit untuk menghayatinya. Hasrat yang sangat kuat untuk segera melihat dan merasakan hasil mengerdilkan kegigihan dan kesabaran. Kita lebih menyukai memberikan nasihat tingkat tinggi dengan perilaku biasa-biasa. Kita sangat sulit berubah, sekalipun kita sudah menyadarinya. 

Dari pemahaman tentang hukum pertumbuhan, penting untuk membangun komitmen untuk menghayati dan menyelaraskan kehidupan kita dengan prinsip pertumbuhan itu, membangun kegigihan dan kesabaran. Selamat membangun kegigihan dan kesabaran. *** 

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan