PHILOSOPHY TODAY: MEMINTA MAAF

Meminta Maaf

Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan yang dapat merusak kualitas hubungan emosional. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan emosional yang sempat memburuk? Meminta maaf adalah salah satu cara terbaik memperbaiki hubungan dan kepercayaan agar tidak semakin memburuk.

Permintaan maaf yang bernilai dan dapat memperbaiki hubungan dan kepercayaan adalah permintaan maaf yang tulus, yang memang tujuannya adalah untuk mengakui kesalahan dan ingin memperbaikinya di masa depan, bukan karena terpaksa atau sekadar menyenangkan orang lain.

Meminta maaf dengan tulus membutuhkan kedewasaan dan kekuatan. Seseorang yang belum dewasa secara emosional akan merasa bahwa mengakui kesalahan akan membuatnya dirinya semakin kelihatan lemah dan selalu merasa khawatir jika orang lain akan memanfaatkan permintaan maafnya.

Seseorang yang belum matang secara emosional  akan berusaha merasionalisasi argumen-argumen untuk membenarkan dirinya ketika melakukan kesalahan, biasanya dengan menyalahkan orang lain. “Guru kami memberikan PR seabrek-abrek, jadinya saya nggak sempat mempersiapkan diri untuk try out,” ujar seorang siswa yang nilainya anjlok pada saat try out. “Gara-gara kakak jerawat saya jadi banyak,” ujar seorang anak. Orang yang karakternya belum bertumbuh tidak akan pernah bisa meminta maaf dengan tulus, jika pun mereka meminta maaf, itu hanya di luar saja.

Meskipun meminta maaf itu baik, penting untuk diperhatikan bahwa meminta maaf berulang-ulang malah membuat permintaan maaf kelihatan tidak tulus dan pasti akan membuat hubungan emosional semakin buruk. Minta maaflah dengan tulus!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan