PHILOSOPHY TODAY: MEMBANGUN SINERGI

Membangun Sinergi

Hidup adalah pertandingan, hidup adalah tentang menang dan kalah, siapa yang tidak menang berarti kalah. Demikian sering kita mendengar atau membaca ungkapan itu dan menyaksikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mungkin membuat kita berpikir bahwa memang demikian adanya, hidup adalah soal menang dan kalah.  Cara pandang demikian tidak lepas dari banyaknya aspek-aspek kehidupan yang memang harus diselesaikan dengan paradigma menang dan kalah.

Dunia olah raga sangat kental dengan paradigma menang/kalah. Jika Anda sebagai anggota tim sepak bola yang sedang bertanding melawan tim lain, tujuan Anda bermain tentu mengalahkan tim lain.

Dunia hukum juga demikian. Sekalipun dunia hukum mengenal istilah mediasi, namun upaya untuk itu terkesan hanya untuk pemenuhan syarat belaka, bukan upaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan suatu perkara dengan konsep menang-menang.

Namun, apakah dunia memang demikian, apakah hidup kita sehari-hari memang adalah persoalan menang dan kalah? Kebanyakan hal dalam kehidupan nyata bukan persoalan menang dan kalah melainkan persoalan kerja sama, persoalan sinergi. Apakah kita bekerja sendiri atau bekerja sebagai tim pada akhirnya kesuksesan akhir kita sangat ditentukan oleh kemampuan kita membangun sinergi dengan orang lain.

Kemauan membentuk sinergi sangat berhubungan dengan paradigma tentang dunia. Bila kita memiliki mental kelangkaan (scarcity mentality) kita akan selalu berusaha mengalahkan orang lain agar kita menjadi pemenang. Bila kita memiliki cara pandang bahwa dunia ini adalah dunia yang berkelimpahan, kita akan bersedia sama-sama menjadi pemenang dengan membangun sinergi, sebab apa yang kita peroleh sinergi jauh melampaui apa yang kita peroleh hanya dengan mengandalkan kemampuan sendiri.

Selain persoalan kemauan, tidak semua orang mampu membentuk sinergi dengan orang lain. Sinergi hanya dapat terjalin dengan terbentuknya keterampilan personal, kebebasan dari ketergantungan terhadap orang lain. Lihatlah tim-tim sepak bola terkenal, mereka terbentuk dari individu-individu yang memiliki keterampilan mumpuni. Bila kerja sama dilakukan oleh orang-orang dengan keterampilan individu yang buruk, yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap orang lain,  sinergi tidak akan terjadi.

Untuk membangun sinergi yang dapat memberi hasil jauh melebihi kerja sendiri, mulailah dengan membangun keterampilan individu, Selamat membangun sinergi!  

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .