PHILOSOPHY TODAY: MEMBANGUN KOMITMEN

MEMBANGUN KOMITMEN DALAM SINERGI

Fokus pembangunan sinergi adalah hasil bukan metode. Fokus pada hasil berarti menghargai potensi individual manusia yang luar biasa yang mampu menghasilkan lebih dari yang kita perkirakan.

Evaluasi tradisional yang dilakukan selalu menghasilkan perasaan yang melelahkan bukan menyenangkan. Sinergi bukanlah pengawasan langsung dan evaluasi yang melelahkan secara emosional. Dalam sinergi orang mengawasi dan menilai dirinya sendiri dengan criteria yang mereka buat sendiri. Jika kita menyiapkan dengan benar, semua orang bisa menunaikan komitmen masing-masing.

Dalam manajemen, pembangunan komitmen merupakan aktivitas sentral. Tugas utama manajer adalah membuat kesepakatan yang berpijak pada paradigma menang-menang yang berarti sama-sama merujuk pada hasil. Pada saat kesepakatan tercapai, karyawan bisa mengatur diri mereka sendiri dalam kerangka kesepakatan bersama. Manajer pun dapat berfungsi sebagai pemandu dan selebihnya ia menyerahkan arena kepada karyawan sebagai tempat bersinergi.

Dalam organisasi yang membangun komitmen, konsekuensi menjadi hasil wajar dari prestasi dan bukan hadiah atau hukuman yang diberikan oleh atasan.

Jika orang tidak berada pada kondisi hanya sekadar bertahan hidup, konsekuensi psikis yang mencakup pujian, pengakuan, persetujuan, dan respek lebih memotivasi dibanding konskuensi keuangan.

Selain konsekuensi pribadi, penting juga dipahami dan diterapkan apa yang disebut konsekuensi organisasi. Setiap orang harus tahu dengan jelas sejak awal, apa konsekuensinya jika datang terlambat, tidak mau terlibat dalam kerja sama. Selamat membangun komitmen!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .