PHILOSOPHY TODAY: “MEMAKNAI KEHADIRAN”

MEMAKNAI KEHADIRAN

Apakah Anda berpikir bahwa kehadiran setiap orang di dunia mempunyai tujuan, ataukah hanya kebetulan semata? Bila kita memaknai bahwa kehadiran kita di dunia bukan kebetulan semata melainkan kehadiran yang memiliki tujuan, kita menanggung kewajiban untuk berkomitmen terhadap tujuan itu.

Sayangnya, kehidupan kontemporer mempersempit ruang bagi manusia untuk berhenti sejenak dan merenungkan makna kehadiran di dunia ini. Sulit untuk membantah bahwa dunia bergerak menuju pengaguman yang berlebihan terhadap materi. Setiap orang, setiap organisasi menyusun strategi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan lebih cepat. Dunia menjadi ruang untuk berkompetisi, saling mengalahkan, yang besar memangsa yang kecil. Meski sering tanpa disadari, dunia senyatanya menjadi dunia yang kejam, dunia yang tidak ramah.

Pikiran tentang kemiskinan dan kekurangan sangat ampuh menggoda manusia untuk menemukan cara-cara penyelesaian cepat. Kebutuhan materi membuat manusia memimpikan mendapat pekerjaan dengan gaji yang besar atau memiliki usaha yang menghasilkan keuntungan yang cepat. Belum cukup? Korupsi, menipu, dan berbagai cara tidak halal menjadi alternatif yang menggiurkan.

Masih bisakah kita berharap agar dunia ini bergerak menuju dunia yang ramah terhadap semua orang? Berpijak pada pemahaman bahwa mengubah mental bukanlah tugas yang mudah, jawaban pesimisnya adalah hampir mustahil. Bila lebih ingin mendengar jawaban optimisnya, kita masih bisa berharap bangsa, negara, dan dunia yang lebih ramah dengan membangun komitmen. Semakin banyak orang berkomitmen terhadap kehidupan, dunia akan berputar arah menuju dunia yang ramah.

Membangun komitmen bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan pertumbuhan kualitas diri secara holistik: kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual untuk bisa mengubah cara pandang kita terhadap dunia dan merasakan perasaan orang lain, perasaan bahagianya, perasaan deritanya, dan bertanggung jawab melakukan hal-hal yang benar, yang selaras makna tujuan kita hidup.

Segala sesuatu harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus lebih dulu mencintai diri sendiri barulah mencintai orang lain. Kita harus lebih dahulu menghargai diri sendiri barulah menghargai orang lain. Dari dalam ke luar.

Apa yang kita harapkan dengan berkomitmen? Yang pasti, satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang, kebahagiaan. Kebahagiaan adalah perasaan bebas dari kekhawatiran tentang tanggung jawab terhadap makna kehadiran kita di dunia. Kebahagiaan adalah kebesaran utama yang diperoleh dari hasil dari tindakan-tindakan utama. Tanggung jawab, kejujuran, harga diri, keberanian, keadilan.

Apakah berkomitmen berarti mencintai kemiskinan? Sama sekali tidak. Kemiskinan selalu mempersempit kebebasan. Berkomitmen adalah menyatakan tanggung jawab untuk berperan membangun fundasi kehidupan yang sinergis, yang akan memberikan hasil yang lebih besar dari pada sekadar memperjuangkan ego. Dengan bersinergi, dunia menjadi dunia yang ramah, dunia yang bahagia.   Selamat Memaknai Kehadiran Anda!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .