PHILOSOPHY TODAY: KOMUNIKASI BERKOMITMEN

KOMUNIKASI BERKOMITMEN

Kita memerlukan banyak keterampilan dalam hidup dan mengembangkannya. Salah satu yang paling penting adalah keterampilan komunikasi. Bukan sekadar keterampilan memukau untuk mempengaruhi orang lain demi kepentingan sendiri, namun komunikasi empatik yang didahului dengan komitmen untuk menjadi manusia yang menjadi ‘terang dalam kegelapan’, membantu orang lain dan membantu diri sendiri. 

Membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan adalah empat jenis dasar komunikasi, yang semuanya penting untuk efisiensi dan efektivitas Anda. Anda perlu meningkatkan kualitas menulis dan membaca Anda, Anda perlu meningkatkan keterampilan berbicara Anda. Namun, untuk menjadi manusia berkarakter, Anda wajib meningkatkan kemampuan mendengarAnda.

Dari keempat dasar komunikasi tadi, mendengar tampaknya paling mudah dan tidak memerlukan keterampilan apa-apa. Ironisnya, kebanyakan orang justru tidak memiliki kemuan mendengar. Mengapa demikian?

Manusia memiliki hasrat bawaan keinginan untuk didengar, bukan untuk mendengar. Terjerat dalam hasrat bawaan itu membuat orang sering lupa bahwa orang lain juga perlu didengar. Berapa sering kita melihat orang yang tidak sabaran untuk mendengar orang lain berbicara dan menyela sebelum orang lain menyelesaikan pembicaraannya.

Padahal, bila Anda ingin membangun kerja sama yang baik dengan orang lain, Anda harus mengerti dan memahami apa yang dikatakannya berdasarkan sudut pandang orang itu.

Selain untuk tujuan memahami sudut pandang orang lain, mendengar juga menyangkut rasa hormat terhadap orang lain, yang juga penting dalam membangun hubungan emosi. Karena setiap orang ingin didengarkan, ketidakmauan kita mendengar orang lain akan dimaknai sebagai  tanda bahwa kita tidak menghormatinya.

Keterampilan mendengar bukanlah teknik, melainkan keinginan tulus untuk memahami orang lain.  Bila Anda ingin memiliki pengaruh terhadap orang lain, syarat pertama adalah mereka harus merasa nyaman dengan Anda. Agar mereka merasa nyaman, mereka harus percaya dengan motif Anda. Bila Anda mengembangkan teknik mendengar namun motif yang Anda simpan di kedalaman hati Anda adalah hasrat menguasai, intuisi mereka akan menangkap sinyal itu dan tidak akan bersedia membangun kerja sama dengan Anda. Sebab itu, bangunlah komunikasi yang tulus!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan