PHILOSOPHY TODAY: KEPRIBADIAN VS KARAKTER

ETIKA KEPRIBADIAN DAN ETIKA KARAKTER

Etika dapat digolongkan menjadi etika kepribadian dan etika karakter. Etika kepribadian etika yang berpusat pada tujuan menyenangkan orang lain dan memenangkan hubungan banyak orang. Etika kepribadian merupakan cara atau keterampilan yang dipelajari dengan tujuan menjadi pemenang. Etika karakter berpusat pada prinsip-prinsip kehidupan.

Banyak pimpinan yang mempraktikkan etika kepribadian dengan bersikap manis kepada karyawannya dan berusaha menggugah mereka untuk memperhatikan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan dan target perusahaan, namun kenyataannya tetap tidak bermanfaat karena ketika ia tidak ada di tempat kerja, karyawan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan efisiensi dan efektivitaas.

Bila karyawan Anda seperti itu, sesungguhnya persoalan itu disebabkan oleh karena karyawan tidak percaya bahwa pemimpinnya berusaha dan bertindak untuk kepentingan terbaik mereka.

Karyawan tidak mau diperlakukan sebagai objek mekanis yang hanya berpijak pada tujuan memajukan perusahaan tanpa memperhatikan karyawannya, semanis apa pun sikap yang ditunjukkan oleh bos. Mereka membutuhkan ketulusan Anda memperhatikan kepentingan mereka.

Apakah Anda merasa pernikahan Anda sudah hambar dan berusaha mencari cara agar pasangan Anda memahami Anda? Bila Anda berpikir bahwa masalah pernikahan Anda ada di pasangan Anda, Anda berpikir dengan etika kepribadian. Etika karakter mengatakan bahwa kesalahan bukan pada pasangan Anda, tetapi ada pada bagaimana cara Anda memperlakukannya. Etika karakter mengajarkan bahwa persoalannya ada pada Anda. Bila Anda bersedia mengubah cara berpikir Anda dengan mengakui bahwa masalahnya ada pada Anda adalah 

Banyak yang terkecoh dengan etika kepribadian sehingga menutup cara berpikir jangka panjangnya. Adalah hal yang sia-sia mencoba memperbaiki orang lain sebelum memperbaiki diri sendiri. Etika karakter adalah tentang memulai dari diri sendiri bahkan dari kedalam diri sendiri, yaitu paradigma yang berpusat pada prinsip.

Ketika kita dengan sungguh-sungguh melaksanakan tindakan-tindakan yang selaras dengan prinsip, kita akan menemukan diri kita yang sejati dan merasa seperti baru mengenalnya. Kita akan terbangunkan, bahwa ternyata sangat banyak potensi-potensi diri kita yang belum kita gunakan sebelumnya.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan