PHILOSOPHY TODAY: KEHENDAK BEBAS

Kehendak Bebas

Selain kesadaran diri, imajinasi, dan suara hati, anugerah manusia yang keempat─kehendak bebas─ memungkinkan manusia mengelola dirinya sendiri dengan efektif. Kehendak bebas adalah kemampuan untuk membuat pilihan dan keputusan  serta tindakan yang sesuai dengan pilihan dan keputusan yang dibuat. Kehendak bebas membuat manusia mampu melakukan tindakan dan bukan menjadi sasaran tindakan orang lain. Kehendak bebas memampukan manusia mewujudkan perubahan paradigmanya menjadi seorang yang proaktif.

Kehendak bebas adalah sesuatu yang membuat manusia mampu melakukan hal-hal menakjubkan untuk melewati tantangan dalam kehidupan.

Namun, kehendak bebas dalam kehidupan yang paling penting sesungguhnya bukanlah kehendak bebas yang harus menghasilkan peristiwa-peristiwa dramatis dan menakjubkan, melainkan kehendak bebas yang kita gunakan mengelola diri pribadi secara efisien dan efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Sejauh mana kita mengembangkan kehendak bebas kita diukur dari integritas kita dalam melakukan apa pun yang kita katakan. Integritas adalah rasa hormat pada diri sendiri yang merupakan inti dari karakter dan pertumbuhan kualitas diri.

Kepemimpinan memutuskan apa saja hal-hal yang utama dalam kehidupan kita, dan pengelolaan diri yang efektif adalah mendahulukan yang utama.  Pengelolaan diri adalah melaksanakan hal-hal yang utama dengan penuh disiplin.

Jika kita mengelola diri secara efektif, disiplin kita berasal dari dalam diri sendiri, yang merupakan fungsi dari kehendak bebas. Untuk mengelola diri menjadi efektif, kita harus menjadi murid (disciple) dari nilai-nilai yang utama yang berasal dari dalam diri sendiri, dan menggunakan kehendak bebas untuk menomorduakan  perasaan, impuls, dan suasana hati setelah nilai-nilai tersebut.

E.M. Gray mengatakan bahwa orang-orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang gagal. Mereka belum tentu suka mengerjakannya namun ketidaksukaan mereka tunduk pada kekuatan tujuan mereka.

Tunduknya perasaan terhadap tujuan memerlukan impian. Dengan adanya impian, kita memiliki kekuatan untuk mengatakan ya pada nilai-nilai utama kita dan mengatakan tidak pada hal-hal yang menarik namun bukan merupakan nilai-nilai utama kita…..

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .