PHILOSOPHY TODAY: “KEBERANIAN”

KEBERANIAN

Jika kita mendefinisikan keberanian sebagai kualitas yang tidak mengenal rasa takut, saya tidak pernah melihat seorang cerdas menjadi pemberani. Semua orang memiliki rasa takut. Semakin cerdas mereka, semakin mereka takut.

George S. Patton

Dalam kehidupan sehari-hari, keberanian dianggap menjadi salah satu faktor utama dalam kesuksesan. Banyak hal keutamaan dalam hidup yang sangat berhubungan dengan keberanian. Dengan realitas demikian, saya sempat memikirkan, mengapa Stephen Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People tidak memasukkannya menjadi topik utama. 

Penasaran dengan hal itulah yang mendorong saya menelusuri kembali wacana-wacana tentang topik ini.

Apa maksudnya keberanian? Keberanian adalah kualitas diri yang tidak tampak secara nyata. Maksudnya, acapkali suatu tindakan yang kita anggap heroik sejatinya tidak demikian. Apakah suatu tindakan dilakukan atas dasar berani atau tidak, tidak ada yang tahu kecuali subjek itu sendiri. 

Dalam kisah Yunani kuno, Protagoras dan Socrates pernah mendiskusikan tentang keberanian. Protagoras mengatakan, “Orang-orang yang tahu apa yang mereka lakukan akan lebih berani dibanding orang-orang yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Semakin seseorang mendapatkan pengetahuan, rasa beraninya semakin meningkat.”

Di sisi yang berseberangan, banyak yang tidak setuju dengan klaim bahwa pengetahuan merupakan dasar menjadi berani. Ada begitu banyak situasi di mana seseorang tidak tahu apa-apa namun mereka menghadapi pula. Salah satu contoh adalah seorang anak ketika pertama kalinya masuk sekolah. Mereka merasa gugup dan takut karena mereka tidak tahu apa yang akan dilakukan, toh mereka menghadapinya juga. Contoh lain adalah ketika seorang prajurit ditugaskan untuk misi tertentu, meskipun tidak memiliki pengetahuan apa-apa ketika dia ditugaskan, dia harus menghadapi itu meskipun kurangnya pengetahuan mereka dan ketakutan. Jujur, jika seseorang dapat melakukan sesuatu, mereka takut tanpa pengetahuan tentang apa yang mereka hadapi. Oleh karena itu, bagi orang yang tidak memiliki pengetahuan, menghadapi rasa takut tampaknya bahkan lebih berani!

Saya setuju dengan Protagoras, kurangnya rasa takut bukanlah hal yang sama dengan keberanian. Dalam pikiran saya, keberanian sejati adalah kemampuan merangkul rasa takut dan memilih untuk menghadapi suatu persoalan. Oleh karena itu, untuk memiliki keberanian, harus ada rasa takut.

Pertanyaan kedua adalah, apakah keberanian suatu nilai yang luhur? Keberanian memang penting untuk menjadi berkomitmen, berubah, memaafkan, memahami, dan bertindak proaktif.

Sayangnya, keberanian juga ada pada orang jahat. Semakin banya orang tahu tentang cara korupsi, semakin beranilah ia melakukannya. Apakah ia akan melakukannya atau tidak itu adalah persoalan lain.

Tampaknya, saya baru memahami mengapa Stephen Covey tidak membicarakan tentang keberanian secara khusus, karena keberanian bukanlah suatu keutamaan. Keberanian adalah sesuatu yang netral dan bisa eksis pada orang baik dan orang jahat. Agar keberanian menjadi bermanfaat untuk kebaikan, ia harus dibekali dengan pengetahuan tentang yang baik. Sekali lagi, pengetahuan .***  

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan