PHILOSOPHY TODAY: KASIH TANPA SYARAT

Kasih Tanpa Syarat

Ketika kita mengasihi orang lain tanpa syarat, ketika kita benar-benar bertujuan hanya membantu mereka mengalami pertumbuhan, ketika kita hanya benar-benar bertujuan mendidik anak tanpa syarat yang kita buat sendiri, kita mendorong mereka menuju kematangan dalam hukum kehidupan: kerja sama, dukungan, disiplin diri, dan integritas. Kita membantu mereka menemukan dirinya, hal yang terbaik dan tertinggi dalam kehidupan mereka dan bukan bereaksi terhadap batasan-batasan dan syarat yang kita buat.

Ketika kita membuat syarat-syarat dalam benak kita, sekali pun tersamar, ia akan ditangkap oleh orang lain dan mendorong mereka untuk reaktif dan ingin melepaskan diri dari syarat yang kita buat.

Orang tua kerap berharap naskah hidup anaknya sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Banyak orang tua yang menginginkan anaknya mengikuti jalur kehidupan yang ia tempuh sebelumnya. Hal itu membuat banyak juga anak yang sudah duduk di bangku SMA masih belum mengerti ke mana tujuan berikutnya. Hal itu merupakan puncak gunung es persoalan kasih bersyarat yang diterapkan oleh orang tua.

Saya sendiri pernah mengalami hal yang sama dengan mengharapkan serta mendorong putra saya yang sudah SMA untuk kuliah di salah satu institute teknologi yang saya anggap prestisius sementara ia menyampaikan niatnya untuk kuliah di salah satu sekolah tinggi teologi. Saya mencoba menyampaikan argumen-argumen yang logis untuk merayunya agar jangan mengambil keputusan itu, namun harus saya akui bahwa argumen-argumen yang saya ajukan menyampaikan pesan bahwa kasih sayang saya bersyarat.  Akhirnya saya kalah, ia benar-benar mengikuti pilihannya dan sekolah di sekolah tinggi teologi.

Sulit bagi saya untuk menerima keputusan itu dan membuat hubungan kami sempat renggang. Sulit bagi saya memahami bahwa sebagai pribadi ia mungkin memiliki pilihan sendiri yang sangat mungkin berbeda dengan pilihan saya. Akhirnya, saya memahami bahwa kasih tanpa syarat merupakan inti dari hubungan yang saling menumbuhkan. Saya memutuskan untuk tetap mendukung putra saya tanpa syarat.

Kasih tanpa syarat bukanlah berarti menjadi permisif. Kasih tanpa syarat berarti otoritatif, membimbing, menasihati, mendidik, menetapkan batas-batas dan konsekuensi, namun tetap dengan mengasihi. Selamat mengasihi tanpa syarat!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan