PHILOSOPHY TODAY: HUKUM PERTUMBUHAN

HUKUM PERTUMBUHAN

Kita lebih suka mengagumi hasil akhir. Kita menyukai bangunan indah dan jarang memikirkan fundasi yang menjadi landasannya. Kita mengagumi indahnya tumbuhan, bukan akar tumbuhannya yang sejatinya sebagai tumpuan hidup tumbuhan itu, kita mengabaikan proses yang menghasilkan keindahan tumbuhan itu.

Dalam hubungan antar manusia, kita tertarik terhadap orang yang memiliki hubungan  komunikasi yang baik dengan orang lain, kita menyukai orang pintar, kita mengagumi orang yang sukses dalam berusaha, kita mengagumi pasangan suami istri yang mampu menjalin hubungan yang mesra. Lalu kita bertanya, bagaimana caranya saya bisa seperti itu ya?

Sesungguhnya makna pertanyaan seperti itu adalah: Bagaimana saya mencari orang untuk mengajari saya atau memberikan cara atau teknik perbaikan instan?

Ketika kita menemukan orang yang bisa menawarkan cara-cara instan, untuk sementara tampaknya akan berhasil dan kelihatan manjur. Namun, jika yang kita pilih adalah cara-cara instan untuk menyelesaikan  masalah kita, akar permasalahannya tetap tumbuh kokoh. Seperti akar ilalang yang tetap akan tumbuh, memangkasnya akan kelihatan berhasil untuk sementara, namun beberapa waktu kemudian akan tumbuh subur kembali. Demikianlah persoalan-persoalan mendasar kita tidak akan hilang bila kita memilih cara-cara instan. Sesungguhnya, pertanyaan yang harus kita ajukan adalah, bagaimana mereka bisa seperti itu? 

Hukum pertumbuhan adalah suatu prinsip, ia mengikuti hukum alam, berlaku kapan pun dan di mana pun. Tidak ada pohon yang tiba-tiba saja menjadi tinggi, tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi pintar tanpa belajar, tidak ada orang yang tiba-tiba menjadi kaya tanpa berusaha, tidak ada pasangan yang tiba-tiba menjadi mesra tanpa proses membina saling percaya. Semuanya mengalami proses yang mengikuti hukum pertumbuhan.

Kita tidak bisa melawan hukum pertumbuhan itu. Yang bisa kita lakukan hanyalah mempercepatnya. Setiap upaya yang kita lakukan untuk melewati jalan pintas dari proses itu akan membawa dampak yang tidak baik.

Kesadaran dan komitmen untuk mengikuti dan menyelaraskan tindakan-tindakan kita dengan prinsip itulah yang membuat kita menjadi berkarakter. Selamat mempraktikkan hukum pertumbuhan!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan