PHILOSOPHY TODAY: HIDUP YANG EFEKTIF

HIDUP YANG EFEKTIF

Mengapa hidup kita harus berkarakter? Tujuan hidup berkarakter adalah mencapai hidup yang efektif, hidup yang bahagia.

Hidup yang efektif tercapai ketika pertumbuhan kualitas diri seimbang dengan hasil yang diraih. Menitik beratkan pada hasil semata dalam kehidupan bisa membuat kualitas diri menurun. Harta yang berlimpah bisa diperoleh dengan cara berkarakter bisa juga dengan cara tidak berkarakter. Hasil yang diperoleh dengan mengabaikan pertumbuhan kualitas diri bukanlah tujuan hidup yang efektif. Sebaliknya hanya memperhatikan kualitas kehidupan dan mengabaikan hasil juga tidak efektif. Manusia adalah makhluk yang terdiri dari dimensi emosional dan dimensi material. Hidup yang efektif adalah menyeimbangkan keduanya.

Oleh sebab itu, hidup berkarakter menolak segala jurus-jurus kepepet, meskipun sering menunjukkan hasil-hasil yang memukau.

Ketika kita tergoda dengan hasil-hasil jangka pendek, sering membawa dampak pada kerusakan mental jangka panjang. Ibarat mempunyai sebuah mobil, ketika kita menggunakannya terus-menerus dan mengabaikan perawatannya, kita akan menerima risiko kerusakan permanen pada mobil itu. Jika kerusakan sudah permanen, tentu tidak ada lagi gunanya bukan?

Demikian juga dengan hubungan orangtua dengan anak. Bila orangtua berorientasi pada hasil, orangtua akan cenderung menggunakan cara-cara otoriter, pemaksaan kepada anak. Dengan cara membentak atau menggunakan otoritas, orantua bisa memaksa anak belajar. Namun, tanpa disadari, di mana ada pemaksaan di sana akan selalu ada penolakan.

Dengan pemaksaan, anak akan kelihatan belajar, namun besar kemungkinan ia hanya berpura-pura belajar agar tidak dimarahi. Mereka hanya belajar untuk mencari solusi terhadap paksaan yang mereka terima. Dengan melihat anak belajar, orangtua mungkin merasa masalahnya  sudah selesai, namun yang tidak disadari adalah bahwa di dalam benak anak terjadi proses penolakan secara-terus menerus dan itu akan berbahaya untuk jangka panjang.

Orangtua yang permisif, yang cenderung membiarkan anak berbuat sesukanya juga tidak efektif. Cara mendidik dengan permisif membuat anak kehilangan orientasi.

Orangtua yang efektif adalah orangtua yang persuasif, yang menjaga keseimbangkan antara sikap membiarkan dengan sikap otoriter. Orangtua yang persuasif mengutamakan dorongan dan bujukan namun pada saat-saat tertentu tetap membuat aturan-aturan yang tegas. Tentu, paling penting membuat teladan lebih dahulu. Selamat memulai hidup yang efektif!  

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan