PHILOSOPHY TODAY: “FUNDASI YANG TERSEMBUNYI”

FUNDASI YANG TERSEMBUNYI

Keterampilan dalam hal-hal yang terlihat nyata bisa langsung tampak dan diketahui oleh orang lain. Tingkat pemahaman dalam suatu pelajaran, kemampuan olah raga, dan keterampilan berbicara sulit dibohongi dengan berpura-pura. Anda berpura-pura pintar atau berpura-pura bodoh akan segera kelihatan. Sebuah bangunan, yang terlihat nyata dan langsung bisa kita nilai adalah bangunan atasnya. Sebuah pohon, yang tampak pada kita adalah dahan dan daunnya.  

Tidak demikian dengan karakter dan komitmen. Karakter dan komitmen dalam waktu singkat sulit dinilai bahkan dirasakan. Karakter dan  komitmen adalah kualitas yang diuji dalam perjalanan waktu. Ia adalah fundasi dan akar. Kita bisa menilai fundasi suatu bangunan dalam jangka panjang dengan melihat apa yang terjadi pada bangunan. Bila bangunan itu mudah roboh atau bangunan itu ternyata kokoh, semua tergantung fundasinya. Kita bisa melihat batang dan daun suatu pohon secara langsung, namun akarnya tersembunyi. Kita hanya bisa menilai kekuatan akarnya dari apa yang terjadi pada batang pohonnya dalam waktu lama, apakah ia mudah tumbang atau tetap tegak berdiri ketika angin menerpanya.  

Dalam karakter, orang bisa berpura-pura. Dengan menunjukkan kepribadian dan kebiasaan sopan santun, orang bisa menyembunyikan apa yang sejatinya terdapat dalam hati yang paling dalam dalam waktu tertentu. Kemampuan berpura-pura itu membuat orang percaya bahwa orang itu baik.

Namun banyak terperangah ketika mengetahui orang yang sebelumnya dianggap baik, saleh, dan berkarakter tiba-tiba terjerumus dalam perbuatan jahat. Banyak orang yang dianggap baik ternyata akhirnya ketahuan korupsi. Banyak orang yang dianggap saleh akhirnya terungkap menggunakan narkoba.

Karakter yang tersembunyi membuatnya tidak mudah disadari mengalami kemunduran karakter. Tampaknya bangunan dan pohon tidak ada apa-apa meski di kedalaman telah terjadi pembusukan terus menerus. Orang merasa baik-baik saja hingga tidak terasa bagaikan katak yang direbus, terlambat untuk menyadari bahwa ia tidak bisa lagi selamat. Bahkan ketika bangunan dan pohon itu rubuh, banyak orang melupakan fundasi dan akar itu. Mereka mencari penyebab lain yang mudah disalahkan, yang sejatinya bukan penyebab sebenarnya. Bangunlah Fundasi!

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan