PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT THEODOR W ADORNO

Theodor W. Adorno adalah salah seorang filsuf, sosiolog, musikolog, dan komponis berkebangsaan Jerman pada abad 20. Ia merupakan tokoh penting kritikus sosial Jerman setelah Perang Dunia II. Meskipun kurang dikenal di kalangan filsuf kontemporer seperti Hans-Georg Gadamer, Adorno memiliki pengaruh penting pada ahli dan intelektual Jerman.

Pada tahun 1960 ia menjadi salah seorang penantang paling menonjol selain Karl Raimund Popper terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat eksistensi Martin Heidegger.

Jürgen Habermas, filsuf sosial terkemuka Jerman setelah tahun 1970, adalah mahasiswa dan asisten Adorno. Ruang lingkup pengaruh Adorno berasal dari karakter penelitian interdisipliner dan dari Sekolah Frankfurt yang dipimpinnya. Pengaruh itu juga bersumber dari upayanya yang teliti memeriksa tradisi filsafat Barat, terutama sejak Kant dan selanjutnya, serta keradikalan kritiknya terhadap masyarakat Barat kontemporer. Dia adalah seorang filsuf sosial terkemuka dari generasi pertama Teori Kritis.

Sayangnya, persoalan terjemahan awalnya menghambat penerimaan terhadap karya Adorno di negara-negara berbahasa Inggris. Namun, sejak tahun 1990-an, terjemahan yang lebih baik telah muncul, bersama dengan terbitan materi kuliah dan karya anumerta lainnya. 

1. Biografi

Theodor Ludwig Wiesengrund, Adorno (Theodor W Adorno) lahir pada tanggal 11 September 1903 sebagai anak seorang pedagang anggur Jerman kaya dengan latar belakang Yahudi.

Adorno belajar filsafat neo-Kantian dari Hans Cornelius dan musik dari Alban Berg. Ia menyelesaikan Habilitationsschriftnya pada estetika Kierkegaard pada tahun 1931, di bawah bimbingan seorang Kristen sosialis Paul Tillich. Setelah selama dua tahun menjadi dosen privat di universitas, ia diusir oleh Nazi bersama dengan profesor lain dari keturunan Yahudi. Beberapa tahun kemudian ia mengubah namanya dengan mengadopsi nama keluarga ibu dan selanjutnya ia dikenal dengan nama “Adorno”.

Adorno meninggalkan Jerman pada musim semi 1934. Selama era Nazi ia tinggal di Oxford, New York City, dan California selatan. Di sana ia menulis beberapa buku yang ia kemudian menjadi terkenal, termasuk Dialektika Pencerahan (dengan Max Horkheimer), Philosophy of New Music, The Authoritarian Personality (proyek kolaboratif), dan Minima Moralia.

Adorno kembali ke Frankfurt pada tahun 1949, Adorno dengan cepat mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang intelektual Jerman terkemuka dan tokoh sentral dalam Institut Penelitian Sosial, yang didirikan sebagai pusat kajian Marxis pada tahun 1923. Institut yang selanjutnya terkenal sebagai Sekolah Frankfurt itu dipimpin oleh Max Horkheimer sejak tahun 1930. Adorno menjadi direktur Institut itu pada tahun 1958. Tahun 1950-an karyanya In Search of Wagner, kritik ideologi Adorno terhadap komposer favorit Nazi; Prisma, koleksi ilmu sosial dan budaya; terhadap Epistemologi, kritik antifundasionalis fenomenologi Husserlian; dan jilid pertama Notes to Literature, koleksi esai dalam kritik sastra.

Konflik dan konsolidasi menandai dekade terakhir kehidupan Adorno. Sebagai figur terkemuka dalam menentang positivisme dalam sosiologi Jerman, Adorno adalah pemain kunci dalam perdebatan tentang restrukturisasi universitas Jerman dan tokoh penting bagi aktivis mahasiswa dan mereka yang merupakan kritikus sayap kanan.

Kontroversi ini tidak mencegahnya menerbitkan berbagai jilid kritik musik, jilid kedua Notes to Literature, buku-buku tentang Hegel dan filsafat eksistensial, dan kumpulan esai dalam sosiologi dan estetika. Negative Dialectics, magnum opus Adorno pada epistemologi dan metafisika, terbit pada tahun 1966. Aesthetic Theory, magnum opus lain yang merupakan karya sepanjang tahun 1960, terbit secara anumerta pada tahun 1970. Dia meninggal karena serangan jantung pada 6 Agustus 1969, satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-66.***

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan