PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT PENDIDIKAN (5)

Pengaruh Filsafat Analitis Pendidikan

Analisis konseptual, penilaian argumen yang teliti, pemisahan ambiguitas, penggambaran distingsi dengan terang membuat filsafat analitis bisa dengan mudah diterima di dunia pendidikan. Secara tradisional, filsafat analitis telah bertahan sepanjang kegiatan filosofis. Dalam Republik misalnya, Plato kadang-kadang memunculkan ciri analitis dan pada saat berlainan kadang normatif dan pada kesempatan lain mengedepankan ciri spekulatif/metafisis.

Teknik analisis memperoleh ketenarannya dan pengaruh yang hegemonik sepanjang dan setelah munculnya filsafat analitis awal abad ke-20 dan mendominasi filsafat hingga kwartal ketiga abad itu.

Karya C.D. Hardie

Monograf C.D. Hardie tahun 1941, Truth and Fallacy in Educational Theory dianggap sebagai perintis periode modern filsafat analitis. Dalam pengantarnya, Hardie bersama C.D. Broad dan I.A. Richards menyatakan dengan jelas bahwa fundasi pemikirannya berpijak pada keteraturan analisis bahasa.

The Cambridge analytical school, led by Moore, Broad and Wittgenstein, has attempted so to analyse propositions that it will always be apparent whether the disagreement between philosophers is one concerning matters of fact, or is one concerning the use of words, or is, as is frequently the case, a purely emotive one. It is time, I think, that a similar attitude became common in the field of educational theory. (Hardie 1962, xix)

Objek pertama pemeriksaan analitisnya adalah pandangan bahwa seorang anak harus dididik sesuai dengan alam. Ia mengejek dan mengkritik berbagai hal  dengan berpijak pada gagasan Herbart dan Dewey.

Pendekatan Hardie dapat digambarkan sebagai berikut: ‘pendidikan sesuai dengan alam’ bermakna bahwa pendidik mesti bertindak sebagai seorang tukang kebun yang membantu pertumbuhan alami tanamannya dan menghindari sesuatu yang tidak alami. Ia melanjutkan:

The crucial question for such a view of education is how far does this analogy hold? There is no doubt that there is some analogy between the laws governing the physical development of the child and the laws governing the development of a plant, and hence there is some justification for the view if applied to physical education. But the educationists who hold this view are not generally very much concerned with physical education, and the view is certainly false if applied to mental education. For some of the laws that govern the mental changes which take place in a child are the laws of learning …. [which] have no analogy at all with the laws which govern the interaction between a seed and its environment. (Hardie 1962, 4)

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan