PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MORAL JHON LOCKE

Menurut Locke, kepentingan pribadi dengan kepentingan umum akan berpadu hanya dalam waktu yang sangat lama dengan demikian manusia harus dibimbing agar bersikap bijaksana. Kebijaksanaan adalah kebaikan dan setiap penyimpangan dari kebaikan adalah gagalnya kebijaksanaan.

Penekanan pada kebijaksanaan adalah ciri khas liberalisme yang berkaitan dengan kapitalisme, setiap orang bijaksana akan menjadi kaya dan orang tidak bijaksana akan tetap miskin. Liberalisme juga berkaitan dengan kesalehan Protestan, kebaikan dengan maksud untuk masuk surga secara psikologis analog dengan tabungan untuk investasi.

Locke menyatakan bahwa kebebasan bergantung pada kebutuhan untuk mencari kebahagiaan yang sejati dan pada pengendalian hasrat manusia. “Sebuah komunitas warga yang semuanya saleh akan menggunakan kebebasannya demi menciptakan kebaikan bersama. Tidak diperlukan hukum-hukum manusia untuk membatasinya, karena hukum Tuhan sudah cukup. ” Ujar Locke.

Menurutnya, orang baik yang tergoda untuk berbuat jahat akan mengatakan “Aku bisa lolos dari hukuman manusia, namun tidak dari hukuman Tuhan.” Dengan kebijaksanaan yang mencapai tingkat demikian setiap orang akan hidup dengan baik seolah-olah ia berada dalam panopticon

Locke mengatakan kebebasan hukum hanya dimungkinkan jika kebijaksanaan dan kesalehan bersifat universal. “Gagasan tentang Tuhan Maha Tinggi yang tak terbatas kekuasaan, kebaikan, dan kearifanNya dengan manusia sebagai ciptaan, jika dipikirkan sebagaimana layaknya, menghasilkan dasar-dasar bagi kewajiban dan aturan bertindak kita yang bisa menggantikan moralitas di antara sains-sains yang mampu bekerja.” Ujar Locke.

Dalil tersebut menurutnya sangat meyakinkan dan terbukti dengan sendirinya, sama meyakinkannya dengan dalil-dalil Matematika, ukuran untuk benar dan salah bisa dipahami bagi siapa saja yang secara sama akan memperhatika atau mengabaikan dalil yang ia buat.

Hubungan antara mode-mode lain pasti bisa dipahami, demikian juga mode-mode angka dan pengembangan. Selanjutnya Locke mengatakan, “Di mana tidak ada kepemilikan, di sana tidak ada ketidakadilan.” Dalil ini juga ia anggap sama pastinya dengan dalil-dalil Geometri, sebagaimana segitiga mempunyai tiga sudut yang sama dengan dua sudut siku-siku, karena ide kepemilikan benar bagi siapapun  dan ide di mana kata ‘ketidakadilan’ diberikan padanya  menjadi pelanggaran hak tersebut.***

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY.

Tinggalkan Balasan