PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MORAL JHON LOCKE

Bila dibandingkan dengan Hobbes, gagasan negara alami Locke tampak kurang orisinil. Hobbes menganggap bahwa negara alami adalah negara yang kacau dan sering perang sementara Locke memulai imajinasi tentang negara alami di mana manusia hidup bersama sesuai dengan pertimbangan nalar mereka, tanpa adanya pihak yang berposisi di antara mereka, dan masing-masing berwenang untuk menilai sesamanya.

“Untuk memahami hak kekuasaan politik dan mengetahui asal muasalnya, kita mesti mencermati negara seperti apa di dalamnya manusia hidup secara alami, dan itu adalah negara yang sepenuhnya bebas dalam menata perilaku mereka dan mengatur kepemilikan dan orang-orangnya dalam batas-batas hukum alam, tanpa meminta warisan, atau tanpa bergantung pada kehendak orang lain. ” Kata Locke

Keyakinan tentang negara alami yang sejahtera di masa lampau sebagian berasal dari Injil di zaman patriarkal dan sebagian berasal dari mitos klasik zaman keemasan. 

Konsekuensi dari etika Locke yang didasarkan pada hukum alam adalah bahwa siapapun yang menumpahkan darah seseorang, maka darahnyapun akan ditumpahkan oleh seseorang. Hukum alam membenarkan seseorang berhak membunuh orang lain yang mencuri hak miliknya. Jika si pencuri meloloskan diri, ia akan ia bisa diajukan ke jalur hukum.

Dengan konsep negara alami, setiap orang menjadi hakim atas perkaranya sendiri, karena ia bergantung pada dirinya sendiri untuk mempertahankan haknya.

Locke mengatakan  bahwa sesuai dengan hukum alam, saya berhak menghukum penyerang saya bahkan membunuhnya. Sayangnya, ia tidak sampai membuat kualifikasi untuk tindakan itu. Maksudnya, bila seseorang melakukan pencurian hak milik saya yang remeh, apakah saya harus menghukum mati pencurinya?

Dari penjelasan tentang negara alami, Locke mengajukan konsep tentang tujuan negara. “Tujuan pertama dan utama dari orang-orang yang berada dalam  persemakmuran dan menempatkan diri di bawah pemerintahan, adalah penjagaan atas hak milik mereka, penjagaan yang tidak banyak didapati di negara alami.” Ujar Locke.

Etika Locke bersifat praktis namun ia tidak memasukkan pertimbangan praktis mengenai hak.  Maksudnya, setiap orang memiliki hak hukum atas harta miliknya, namun jika yang ia miliki adalah barang ilegal dia tidak berhak mengambil tindakan hukum andaikan ada seseorang yang mencurinya.

Sebagian hukum alam yang diajukan Locke cukup mengejutkan. Misalnya, ia mengatakan bahwa tawanan dalam peperangan yang seimbang dengan sendirinya menjadi budak.*

 

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan