PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MAX HORKEIMER (2)

Program Awal Mazhab Frankfurt

Pijakan teori yang menjadi orientasi Institute of Social Research dikenal sebagai teori kritis.yang dikembangkan secara luas oleh Horkheimer dalam berbagai tulisannya pada tahun 1930-an yang kebanyakan dipublikan dalam jurnal institut, Zeitschrift für Sozialforschung). Karya Horkheimer yang paling awal lebih menggunakan istilah materialisme dibanding teori kritis, untuk menamakan pandangan filosofisnya. Meskipun teks-teks awalnya tidak secara langsung merujuk pada Marx, yang kemungkinan besar disebabkan oleh alasan politik namun jelas bahwa teorinya terinspirasi dari pemikiran Marx.

Materialisme Horkheimer tidak secara sistematis dihadirkan dalam esainya, melainkan secara epistemologi, metodologi, dan konsep moral yang menjadi orientasi Mazhab Frankfurt yang dikembangkan melalui beragam teks. 

Kita dapat mengikuti metode materialis Horkeimer dengan memeriksa pidato pelantikannya pada tahun 1931 yang menggambarkan kebanyakan tema utama kontes filosofisnya. Di awal ia menuliskan, filsafat sosial harus memaknai berbagai fenomena dalam kehidupan sosial manusia. Ia menegaskan bahwa filsafat sosial dihadapkan dengan kerinduan untuk mencari pemaknaan baru kehidupanj individu yang terjebak dalam perjuangan menemukan kebahagiaan. Ini menjelaskan bahwa unsur paling mendasar dari Horkeimer bahwa filsafat sosial haruslah terhubung dengan upaya mengurangi penderitaan manusia.

Di awal pidato pelantikannya ia menjabarkan sejarah cepat, dan kritis, filsafat sosial Jerman modern yang mandek pada Hegel. Filsafat sosial Hegelian dikritik karena mendukung penindasan; pengalaman manusia individual, dengan semua penderitaan yang diberikan akal sejauh itu cocok dalam rasional, konsepsi menyeluruh dari gerakan “hidup yang kekal dari Roh”.

Horkheimer menolak pandangan metafisik semacam ini karena berusaha menutupi realitas penderitaan manusia. Setelah mengkritik filsafat sosial Hegelian, ia mencatat bahwa dalam reaksi tertentu penelitian sosial menghindari filsafat seluruhnya. Hal ini menyebabkan Horkheimer mengkritik spesialisasi ilmu yang berlebihan (dalam hal ini ilmu sosial). Karena spesialisasi, peneliti ilmiah menghilangkan setiap pemeriksaan yang lebih luas dari akar sosial, dan makna sosial, dari penyelidikan mereka.

Setidaknya pemikiran metafisik mengakui kebutuhan untuk menyajikan pandangan yang komprehensif yang dapat membuat rasa seluruh sosial. Kritik kembar metafisika dan ilmu memberikan ruang bagi Horkheimer untuk menyajikan pandangannya sendiri. Tujuan dari penelitian sosial materialis adalah untuk menggabungkan studi empiris tertentu dengan teori yang lebih komprehensif, dan dengan demikian mengatasi masalah ini. Horkheimer mencatat bahwa penelitian ditujukan pada penjelasan tentang hubungan antara struktur ekonomi, psikologi, dan budaya, sehingga karya berbagai ilmuwan dan teori sosial dapat dibawa bersama-sama untuk membentuk sebuah gambaran informasi secara empiris masyarakat yang mungkin menggantikan kategori metafisik seperti sebelumnya sebagai rasio universal atau Roh.

Dengan tafsiran demikian, kita dapat menggunakan tema yang disajikan dalam pidato pelantikannya sebagai panduan untuk pemeriksaan lebih lanjut pemikiran awal Horkheimer. Empat elemen menjadi kunci: penekanan pada penderitaan dan kebahagiaan, peran rasionalitas memainkan gerakan emansipatoris, kritik metafisika dan positivisme, dan metodologi penelitian sosial interdisipliner. 

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan