PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT KARL MARX -5

Sebelum munculnya karya Cohen, materialisme historis Karl Marx belum mendapat pengakuan sebagai pandangan yang koheren dalam filsafat politik. Beberapa pemikir menganggap bahwa Marxisme tidak bernilai filosofis. Kesulitan serius bagi Cohen adalah inkonsistensi dugaan dalam menjelaskan daya produksi, dan klaim tertentu Karl Marx tentang struktur ekonomi dalam menjelaskan perkembangan daya produksi.

Sebagai contoh, dalam Manifesto Komunis, Karl Marx menyatakan bahwa kaum borjuis tidak akan bisa eksis tanpa terus-menerus merevolusi alat-alat produksi. Hal ini tampaknya memberi hubungan yang jelas terhadap struktur ekonomi  kapitalisme yang membawa perkembangan daya produksi. Cohen menganggap bahwa hal itu menimbulkan kontradiksi. 

Tidak puas dengan hal itu, Cohen menyadari bahwa ia mesti berupaya menerapkan standar yang jelas dan tegas filsafat analitik untuk menghadirkan versi rekonstruksi materialisme historis yang memadai. Inovasi teoritis utama adalah menghadirkan gagasan penjelasan fungsional yang langkah pentingnya adalah mengakui bahwa struktur ekonomi memang mengembangkan daya produksi, namun menambahkan bahwa, menurut teori tersebut, justru mengapa kita memilih kapitalisme. Artinya, jika kapitalisme gagal mengembangkan daya produktif, ia akan berakhir. Dan, memang, ini sesuai dengan materialisme historis.

Karl Marx menegaskan bahwa ketika struktur ekonomi gagal mengembangkan daya produksi atau ketika daya produktif itu terbelenggu, hal itu akan melahirkan revolusi dan zaman akan berubah. Jadi ide belenggu menjadi penting bagi teori penjelasan fungsional. Pada dasarnya tujuannya adalah menjelaskan apa yang terjadi ketika struktur ekonomi menjadi tidak berfungsi.

Dengan penjelasan itu, materialisme historis menjadi konsisten. Namun ada pertanyaan, apakah penjelasan fungsional adalah perangkat metodologis yang koheren? Masalahnya, kita dapat bertanya apa yang membuat struktur ekonomi hanya akan bertahan selama ia mengembangkan daya produksi? Jon Elster menekankan kritik ini terhadap Cohen. Jika kita berpendapat bahwa ada sejarah membimbing agen yang memiliki tujuan bahwa daya produksi harus dikembangkan sebanyak mungkin maka akan masuk akal bahwa agen akan campur tangan dalam sejarah untuk melaksanakan tujuan ini dengan memilih struktur ekonomi terbaik. Namun, jelas bahwa Karl Marx tidak membuat asumsi metafisik tersebut. 

Cohen sangat menyadari kesulitan ini, tapi ia berupaya membela penjelasan fungsional dengan membandingkan penggunaannya pada materialisme historis dengan penggunaannya dalam biologi evolusi. Dalam biologi evolusi, adalah lumrah menjelaskan keberadaan belang-belang harimau, atau tulang berongga burung, dengan merujuk pada fungsinya masing-masing.

Di sini kita memiliki tujuan yang jelas bahwa dalam biologi evolusi kita dapat memberikan sebuah cerita penyebab untuk mendukung penjelasan fungsional; teori Darwin yang melibatkan variasi kesempatan dan survival of the fittest. Oleh karena itu penjelasan fungsional ditopang oleh umpan balik lingkaran sebab akibat di mana unsur-unsur yang tidak berfungsi cenderung mengalami evolusi dalam persaingan dengan unsur-unsur fungsinya lebih baik.

Cohen menyebut latar belakang elaborasi tersebut mengakui bahwa penjelasan fungsional membutuhkan elaborasi. Tapi ia menunjukkan bahwa penjelasan kausal standar juga membutuhkan elaborasi. Kita mungkin harus puas dengan penjelasan bahwa sebuah vas bunga pecah karena dijatuhkan di lantai, tapi banyak informasi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Dari sana, Cohen menarik kesimpulan bahwa kita dapat membenarkan penjelasan fungsional bahkan ketika kita tidak memahami elaborasinya.

Memang, bahkan dalam biologi elaborasi kausal penjelasan fungsional masih relatif baru. Sebelum Darwin, satu-satunya contoh elaborasi kausal bertolak dari tujuan Allah. Darwin menguraikan mekanisme yang sangat masuk akal, tetapi tidak memiliki teori genetik untuk menjelaskannya secara rinci. Pengetahuan kita tentang itu tetap tidak lengkap sampai hari ini.

Namun demikian, tampaknya masuk akal untuk mengatakan bahwa burung memiliki tulang berongga untuk memfasilitasi penerbangan. Tujuan Cohen adalah membuktikan bahwa organisme yang sesuai dengan lingkungan akan tetap eksis sesuai dengan penjelasan fungsional ini. Oleh karena itu jika ada cukup bukti, penjelasan fungsional dapat dibenarkan.

Pada titik ini masalah terbagi menjadi pertanyaan teoritis dan empiris. Pertanyaan empiris adalah apakah ada bukti bahwa bentuk-bentuk masyarakat hanya ada selama daya produksi mereka berkembang, dan akan mengalami revolusi ketika gagal? Di sini, kita harus diakui, catatan empiris tampaknya menunjukkan stagnasi, bahkan regresi, ketika struktur ekonomi tidak berfungsi dengan baik tidak terjadi revolusi.

Masalah teoritis adalah apakah elaborasi merupakan penjelasan yang masuk akal mendukung penjelasan fungsional Marxis? Di sini ada dilema. Contoh pertama tampaknya meniru elaborasi teori Darwin, variasi kesempatan dan survival of the fittest. Dalam hal ini yang ‘fittest‘ bermakna sebagai yang paling mampu memimpin pengembangan daya produksi. Variasi kesempatan akan menjadi masalah dalam hubungan ekonomi. Dalam hal ini struktur ekonomi baru dimulai melalui percobaan, tetapi berkembang dan bertahan melalui keberhasilannya dalam mengembangkan daya produksi. Namun, masalahnya adalah bahwa hal tersebut tampaknya akan memperkenalkan unsur yang lebih besar dari kontingensi Karl Marx, yang untuk itu sangat penting untuk mengharapkan pemikiran Marx harus dapat memprediksi kedatangan komunisme.

Dalam teori Darwin tidak ada kepastian tentang prediksi dalam jangka panjang, namun semata-mata tergantung pada kondisi. Hal itu diwarisi bentuk materialisme historis yang dikembangkan melalui analogi biologi evolusioner. Dilemanya, model terbaik untuk mengembangkan prediksi berdasarkan teori adalah kurang waras, namun seluruh pijakan teori bersifat prediktif. Oleh karena itu harus dicari alternatif penjelasan lain untuk sarana produksi, atau menyerah pada prediksi teoritis.

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan