PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT EMMANUEL LEVINAS (2)

Emmanuel Lévinas (Perancis [leviˈna, leviˈnas] lahir 12 Januari 1906 di Kaunas (Kovno), Lithuania, pada tahun 1906. Ia merupakan keturunan Yahudi sebagai anak sulung dalam keluarga kelas menengah dan memiliki dua saudara, Boris dan Aminadab. Saat situasi perang tahun 1914, keluarga Levinas beremigrasi ke Kharkov, di Ukraina. dan kembali ke Lithuania pada tahun 1920, dua tahun setelah negara itu memperoleh kemerdekaan dari pemerintah Revolusioner.

Pada tahun 1923, ia mendaftarkan diri untuk belajar di University of Strasbourg di Perancis. Tahun 1930 ia memperoleh kewarganegaraan Perancis. Orang tuanya mendidiknya dalam bahasa dan sastra Rusia ketimbang bahasa Lithuania, sehingga dia mempelajari bahasa Rusia dan bahasa Ibrani. Dia juga belajar teologi Yahudi. Teori etikanya diperoleh dari membaca karya-karya Dostoyevsky, Tolstoy, Pushkin, dan Gogol. Kemudian dia pergi ke Perancis untuk belajar filsafat pada tahun 1023 di bawah bimbingan Maurice Pradines. Ia mendalami psikologi dari Charles Blondel, dan sosiologi dengan Maurice Halbwachs. Ia bertemu Maurice Blanchot yang menjadi teman dekatnya.

Tahun 1928-1929 ia mengikuti kuliah Husserl di Freiburg dan juga membaca karya Heidegger, Ada dan Waktu. Selain dipengaruhi Husserl dan Heidegger, pengaruh Dostoyevsky juga memperkuat pandangan etikanya. Selain itu, filsuf besar lain yang mempengaruhinya adalah Immanuel Kant dan Bergson.Kemudian pada tahun 1930 ia mendapat kewarganegaraan Perancis bersamaan dengan tesisnya doctorat de troisieme cycle. Pada tahun yang sama, ia menerbitkan tesisnya di Prancis, The Theory of Intuition dalam Fenomenologi Husserl.

Pada tahun 1932 Levinas menikahi Raissa Levi, yang telah dikenal sejak kecil. Kemudian tahun 1934 ia menerbitkan karyanya analisis filosofis “Hitlerisme,” Refleksi Filsafat Hitlerisme. 

Levinas pernah menjadi anggota tentara Perancis pada masa Perang Dunia II dan sempat ditangkap oleh NAZI. Karena ia seorang keturunan Yahudi, ia dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Ia dipenjarakan di Fallingsbotel. Keluarganya dibunuh oleh NAZI. Istrinya Raissa, dan putrinya Simone disembunyikan di Orléans. Pengalaman selama ia dipenjara dan melihat pembantaian orang-orang Yahudi memengaruhi filsafat Levinas di kemudian hari. 

Setelah kematian putri kedua mereka, Andrée Eliane, Levinas dan istrinya memiliki seorang putra, Michael, yang menjadi seorang pianis dan komposer.

Setelah Perang Dunia II usai, Levinas bekerja sebagai dosen filsafat di beberapa universitas di Perancis dan menulis berbagai buku. Menyusul penerbitan karyanya Existence and Existent, yang ia tulis sejak di penjara, dan Time and The Other yang digabungkan kembali dengan empat materi kuliah yang diberikannya di College philosophique (didirikan oleh Jean Wahl). Pada tahun 1967 ia menjadi Profesor di Université de Paris, Nanterre bersama Paul Ricouer. Levinas menjadi Direktur École Normale Israel Orientale, Paris.

Tahun 1994, istrinya Raissa Levinas meninggal pada bulan September. Levinas menerbitkan kumpulan esai, Liberté et Commandement (ada terjemahan bahasa Inggris) dan Unforeseen History, diedit oleh Pierre Hayat. Kemudian ia juga menerbitkan Alterity and Transcendence. Emmanuel Levinas meninggal di Paris, 25 Desember. Ia meninggal dunia dalam usia 89 tahun.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan