PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT ARTHUR SCHOPENHAUER

FILSAFAT ARTHUR SCHOPENHAUER-4

Paralel dengan empat jenis objek independen, Schopenhauer menghubungkan empat jenis penalaran. Dalam terminologinya, ia mengassosiasikan hal-hal materi dengan penalaran dalam hal sebab dan akibat; konsep-konsep abstrak dengan penalaran dalam hal logika; konstruksi matematika dan geometris dengan penalaran mengacu pada bilangan dan ruang; dan motivasi dengan penalaran mengacu pada niat, atau apa yang ia sebut sebagai moral penalaran.

Singkatnya, ia mengidentifikasi akar umum prinsip alasan cukup sebagai distingsi subjek-objek, dan akar dari prinsip alasan cukup sebagai spesifikasi empat jenis objek independen, dalam hubungan dengan empat jalur intelektual independen, tergantung pada berbagai jenis objek yang diamati.

Salah satu pernyataan penting Schopenhauer adalah bahwa empat jenis yang berbeda dari penjelasan haruslah paralel satu sama lain, dan tidak bisa dicampur-baur. Jika kita mulai dengan memilih gaya tertentu penjelasan, maka kita segera memilih jenis objek bersesuaian yang harus kita rujuk. Sebaliknya, jika kita mulai dengan memilih jenis objek tertentu untuk dijelaskan, kita wajib menggunakan gaya penalaran terkait dengan jenis objek tersebut. Melanggar rasionalitas penjelasan akan membingungkan. Kita tidak bisa mulai dengan gaya penjelasan yang melibatkan benda-benda material dan mengaitkannya dengan hubungan sebab-akibat, misalnya, dan kemudian berdebat untuk kesimpulan yang melibatkan objek lain, seperti konsep abstrak. Demikian juga, kita tidak bisa mulai dengan definisi konseptual abstrak dan menggunakan penalaran logis untuk tujuan menyimpulkan argumentasi kita.

Dengan aturan tentang apa yang dianggap sebagai cara yang sah untuk membuat penjelasan, Schopenhauer menyimpang dari kebiasaan filosofis saat itu yang sering bersandar pada argumen kosmologis dan ontologis keberadaan Tuhan. Dia meyakini bahwa pandangan Idealis Jerman Fichte, Schelling dan Hegel bersandar pada kesalahan semacam itu, dan ia menganggap mereka melakukan kesesatan berpikir, karena ia melihat filosofi mereka sebagai yang khusus didasarkan pada versi dari argumen ontologis keberadaan Allah. Serangannya terhadap idealisme Jerman sering dilakukan secara pribadi pada Fichte, Schelling dan Hegel.

Kritik Schopenhauer Terhadap Kant

Schopenhauer bisa disebut pengikut Kant dalam banyak hal, meski ia tidak selalu setuju dengan argumen-argumen Kant. Guru Schopenhauer di Göttingen adalah GE Schulze, pada tahun 1792, menulis sebuah teks yang berjudul Aenesidemus, yang berisi kritik terhadap filsuf Kantian, Karl Leonhard Reinhold (1757-1823). Reinhold adalah pembela Kant, dan dikenal karena filsafat unsurnya yang menyatakan, bersama dengan beberapa tulisan sebelumnya, dalam karya Reinhold pada tahun 1791, The Foundation of Philosophicalm of Knowledge (Fundament des philosophischen Wissens).

Kritik Schulze tentang Kant pada dasarnya adalah sebagai berikut: Adalah inkoheren mengandaikan masalah pengetahuan filosofis – sebagai dilakukan Kant- sebagai objek independen yang sepenuhnya berada di luar pengalaman manusia Kritik Schulze terhadap Kant ini dibagikan dengan FH Jacobi, yang menyatakan keberatan yang sama dalam esainya, “On Transcendental Idealism” (1757), lima tahun sebelumnya. Schulze berpendapat bahwa adalah tidak sah menggunakan konsep kausalitas untuk menyimpulkan masalah kebutuhan epistemologis yang kuat, dan bukan hanya sebagai masalah spekulasi rasional, bahwa ada beberapa objek yaitu, benda pada dirinya sendiri (thing in it self) di luar dari semua kemungkinan pengalaman manusia menjadi penyebab sensasi.

Schopenhauer sepakat bahwa hipotesa benda pada dirinya sendiri sebagai penyebab sensasi untuk sejumlah aplikasi konstitutif dan proyeksi konsep kausalitas di luar lingkup yang sahkarena menurut Kant sendiri, konsep kausalitas hanya memasok pengetahuan ketika diterapkan dalam bidang yang memungkinkan pengalaman, dan bukan di luar itu. Oleh karena itu Schopenhauer menyangkal bahwa sensasi memiliki penyebab eksternal dalam arti bahwa ada beberapa objek epistemologis yang tidak dapat diakses benda pada dirinya sendiri  yang ada secara independen dari sensasi kita dan merupakan penyebab dari mereka……

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan