PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT ARTHUR SCHOPENHAUER

FILSAFAT SCHOPENHAUER-2

Setelah memperdalam ilmunya sambil mengisi libur panjang di Italia, Schopenhauer melamar ke Universitas Berlin, di mana ia sebelumnya kuliah. Dua tahun sebelumnya (1818) Hegel telah mengajar di sana untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Fichte.

Schopenhauer dianggap angkuh dengan berani menjadwalkan kelasnya pada waktu yang bersamaan dengan kuliah populer Hegel. Akibatnya hanya beberapa mahasiswa yang memilih untuk mendengar Schopenhauer dibanding Hegel.

Dua tahun kemudian, pada tahun 1822, ia meninggalkan Universitas Berlin dan melakukan perjalanan ke Italia untuk kedua kalinya. Kemudian ia kembali ke Munich setahun kemudian. Dia kemudian tinggal di Mannheim dan Dresden pada tahun 1824 sebelum ia melamar kembali ke Universitas Berlin pada tahun 1825.

Upaya kedua untuk menjadi dosen di Universitas Berlin tidak berhasil. Rasa frustasinya membuatnya menjadi pemarah dan melakukan tindakan tidak terpuji dengan mendorong seorang wanita tua gara-gara selalu berbicara keras di depan ruangannya dan membuatnya dituntut untuk membiayai wanita tua itu hingga akhir hayatnya.

Epidemi kolera yang menyerang Kota Berlin pada tahun 1831 membuat Schopenhauer pindah ke selatan, pertama ke Frankfurt-am-Main, dan kemudian ke Mannheim. Tak lama kemudian, pada bulan Juni 1833, ia menetap di Frankfurt, di mana ia tinggal selama dua puluh tujuh tahun, dan tinggal di sebuah apartemen di tepi sungai Main di Schöne Aussicht 17.

Kehidupan sehari-harinya, yang tinggal sendirian dengan anjing pudel bernama Atma dan Butz, penuh rutinitas dan yang dilakukan dengan disiplin: Bangun, mencuci, membaca dan belajar pada pagi hari, bermain flute, makan siang di Englisher Hof-sebuah penginapan di pusat kota dekat Hauptwache- beristirahat. Setelah itu, membaca, jalan-jalan sore, membaca berita dunia dari The London Times, kadang-kadang menghadiri konser di malam hari, dan sering membaca teks inspirasional seperti Upanishad sebelum tidur.

Pada tahun 1836, Schopenhauer menulis karya pendek , Über den Willen in der Natur, yang bertujuan menegaskan kembali pandangan metafisiknya dalam terang bukti ilmiah. Dalam karya itu terdapat bab tentang magnetisme binatang dan sihir, bersama dengan sinologi (studi Cina), yang mengungkapkan minat Schopenhauer dalam parapsikologi dan referensi pada Neo-Konfusianisme, Zhu Xi (1130-1200), serta penulis berpengaruh pada pemikiran Asia Robert Spence Hardy (1803-1868) dan Issac Jacob Schmidt (1779-1847).

Tak lama kemudian pada tahun 1839, Schopenhauer menyelesaikan sebuah esai lengkap yang sangat dia banggakan, “On The Freedom of Hujman Will” (“Über die Freiheit des menschlichen Willens”), yang dianugerahi hadiah pertama dalam suatu kompetisi yang disponsori oleh Royal Norwegian Society.

Setahun kemudian, ia dilengkapi dengan esai kedua, “On The Foundation of Morality” (“Über die Grundlage der Moral”) yang tidak mendapat penghargaan oleh The Royal Danish Society of Sciences di Kopenhagen, meskipun karya itu satu-satunya yang diajukan dalam kompetisi esai tersebut.

Pada tahun 1841, ia menerbitkan esai Two Fundamental Problems of Ethics (Die beiden Grundprobleme der Ethik) dan segera diikuti volume berikutnya dengan judul The World as Will and Representation, yang diterbitkan pada tahun 1844 bersama dengan volume pertama dalam edisi kedua gabungan. Pada tahun 1851, Schopenhauer menerbitkan berbagai macam refleksi filosofis, berjudul Parerga dan Paralipomena.

Beberapa tahun kemudian ia mulai menerima pengakuan filosofis yang ia sudah lama ia harapkan. Pengakuan ini dirangsang oleh review yang diterbitkan pada tahun 1853 di Westminster “Iconoclasm Filsafat Jerman” oleh John Oxenford), yang, mengakui sentralitas kehendak dalam pandangan Schopenhauer.

Setahun setelah edisi ketiga The World as Will and Representation terbit pada tahun 1859, Schopenhauer meninggal dengan tenang pada tanggal 21 September 1860, di apartemennya di Frankfurt di Schöne Aussicht 16 .

Setelah kematiannya, Julius Frauenstädt (1813-1879) menerbitkan edisi baru dari sebagian besar karya Schopenhauer, dengan edisi lengkap pertama (enam jilid) muncul pada tahun 1873. Pada abad ke-20, karya editorial pada naskah Schopenhauer dilakukan sebagainya secara mendalam oleh Arthur Hübscher (1897-1985).

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY.

Tinggalkan Balasan