Philosophy Today

Henry Bergson….

Dua pondasi filsafat Bergson sejauh lebih dari sekadar pandangan dunia yang imjinatif dan puitik, adalah doktrinnya tentang ruang dan waktu. Doktrinnya tentang ruang diperlukan untuk pendakwaannya terhadap intelek, dan jika ia gagal dalam pendakwaan terhadap intelek, intelek akan mendakwanya, karena keduanya bertolak belakang. Doktrinnya tentang waktu penting untuk memaknai kebebasan menurut Bergson, untuk apa yang disebut oleh William James sebagai alama semesta balok, untuk doktrinnnya tentang arus terus-menerus yang di dalamnya tidak ada yang mengalir, dan untuk seluruh uraiannya tentang hubungan  antara pikiran dan materi.

Oleh sebab itu sangat baik untuk berkonsentrasi dengan kritis pada dua doktrin itu. Jika keduanya benar, kekeliruan dan ketidakkonsistenan sebagaimana yang tidak bisa dihindari oleh para filsuf bukanlah masalah besar, sedangkan jika keduanya salah, tiada yang tersisa kecuali epos imajinatif, yang mestinya dinilai atas dasar estetik bukan intelektual.

Teori Bergson tentang ruang lebih sederhana dari pada tentang waktu. Teori tentang ruang terdapat secara eksplisit dalam Time and Free will, dan karenanya tergolong bagian yang terdahulu dari filsafatnya. Dalam bab pertama ia berpendapat bahwa lebih besar dan lebih kecil menyiratkan ruang, karena ia menganggap yang lebih besar itu pada dasarnya adalah yang mengandung apa yang lebih kecil. Sayangnya, ia tidak menawarkan sama sekali baik ataupun buruk mengenai pandangan itu. Ia hanya menyeru seolah-olah ia diberi reductio ad absurdum yang jelas…..

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan