Philosophy Today

Henry Bergson…

Namun, seorang pengecam yang dingin, yang merasa dirinya penonton serbuan belaka, yang barangkali merupakan penonton yang tidak simpatik, yang di dalamnya manusia ditempatkan di atas binatang, mungkin cenderung berpikiran bahwa pikiran yang kalem dan hati-hati hampir tidak cocok dengan penggunaan ini.

Bila ia diberitahu bahwa pikiran hanyalah alat untuk tindakan, yakni dorongan belaka untuk menghindari kendala di lapangan, ia bisa merasa bahwa pandangan semacam itu terdapat dalam seorang opsir kavaleri, bukan dalam seorang filsuf, yang urusannya berkaitan dengan pikiran. Ia mungkin merasa bahwa dalam nafsu dan kebisingan gerakan yang kasar itu tidak ada ruang bagi musik akal yang lebih lirih, tidak ada waktu senggang untuk kontemplasi yang tak terpengaruh di dalamnya kebesaran yang dicari-cari, bukan dengan pergolakan, melainkan dengan kebesaran alam semesta yang tercerminkan.

Dalam hal itu, ia mungkin tergoda untuk bertanya apakah ada alas an untuk menerima pandangan dunia yang segelisah itu. Dan jika ia mengajukan pertanyaan ini, ia akan mendapati bahwa tidak ada alasan sama sekali untuk menerima pandangan itu, di alam semesta maupun di tulisan-tulisan Bergsonā€¦..

 

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan