Philosophy Today

Bergson….

Doktrin bahwa manusia adalah pusat tindakan menunjukkan sejumlah kemungkinan memasuki dunia, yakni sejumlah tindakan yang mungkin. Argumen-argumen melawan kehendak bebas (free will) sebagian bergantung pada asumsi bahwa intensitas keadaan fisis adalah kuantitas, memiliki kemampuan numeris, sekurang-kurangnya dalam teori.

Bergson berusaha menolak pandangan itu dalam bab pertama Time and Free Will. Sebagian determinis bergantung pada kekacauan antara durasi sejati dan waktu matematis, yang oleh Bergson dianggap sebagai bentuk ruang pada kenyataannya.

Di samping itu, sebagian determinis menyandarkan masalahnya pada asumsi tidak berdasar, yakni bila mana keadaan otak ditentukan, keadaan pikiran diterapkan secara teoritis. Bergson mau menerima bahwa yang sebaliknyalah yang benar, yakni bahwa keadaan otak ditetapkan bila keadaan pikiran ditentukan, namun ia menganggap pikiran lebih terbedakan dari pada otak., dan sebagai konsekuensinya ia berpandangan bahwa berbagai keadaan pikiran mungkin bersesuaian dengan satu keadaan otak. Lalu ia menyimpulkan bahwa kebebasan nyata dimungkinkan.

“Kita adalah bebas tatkala tindakan-tindakan kita timbul dari kepribadian utuh kita, ketika tindakan-tindakan itu mengekspresikannya, manakala kemiripan dengannya tak bisa didefenisikan, suatu relasi yang sering didapati antara seniman  dan karyanya…..

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan