Philosophy Today

Henry Bergson….

Intelek yang memisahkan benda-benda, menurut Bergson adalah semacam mimpi, artinya intelek itu tidak aktif sebagaimana semua kehidupan kita, tetapi kontemplatif murni. Tatkala kita bermimpi, kata dia, diri kita tersebar, masa lalu kita patah menjadi potongan-potongan, benda-benda yang sesungguhnya saling-tembus terlihat sebagai unit-unit utuh yang terpisah. Ekstra spasial ini turun sendiri menjadi spasialitas, yang tiada lain kecuali keterpisahan.

Dengan demikian, semua intelek lantaran , lantaran terpisah, cenderung pada geometrid an logika, yang berhadapan dengan konsep-konsep  yang seluruhnya terletak di luar satu sama lain, sesungguhnya adalah keluaran dari geometri, yang mengikuti arah materialitas. Baik deduksi maupun induksi membutuhkan membutuhkan intuisi spasial di belakangnya; gerakan itu menciptakan kedua fakultas tersebut di dalam pikiran, juga menciptakan metode di dalam benda-benda yang di situ didapati oleh intelek.

Jadi, Matematika dan Logika tidak menunjukkan upaya spiritual yang positif, tetapi hanya somnabulisme (berjalan dalam keadaan tidur), yang di dalamnya kehendak mengambang, dan pikiran tidak aktif lagi. Karena itu, ketidakmampuan akan Matematika merupakan tanda keluwesan-untungnya, hal ini merupakan sesuatu yang sangat umum….

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan