Philosophy Today

Henry Bergson…..

Benda padat tampaknya merupakan sesuatu yang diciptakan oleh pikiran dengan maksud menerapkan intelek padanya, seperti menciptakan papan catur untuk bermain catur di atasnya. Asal-usul intelek dan benda material itu korelatif; keduanya dikembangkan oleh adaptasi timbal balik.

“Suatu proses yang identik pasti sama-sama mengiris bidang materi dan intelek, pada saat yang sama, dari bahan yang mengandung keduanya.” Kata Bergson.

Konsepsi Bergson tentang pertumbuhan serentak materi dan intelek itu cerdik dan perlu dipahami. Secara garis besar, intelek ialah kekuatan melihat benda-benda sebagai terpisah satu sama lain, sedangkan materi adalah yang terpisah menjadi benda-benda berlainan.

Dalam kenyataannya, tidak ada benda padat yang terpisah, hanya ada arus yang menjadi yang tiada ujung yang merupakan gerakan ke atas atau ke bawah. Ketika gerakan ke atas, ia disebut kehidupan; ketika gerakan ke bawah ia disebut materi.

“Intelek selalu berperilaku seolah-olah tertarik pada kontemplasi materi yang tidak bergerak,” kata Bergson. Inilah kehidupan yang berusaha keluar, yang menempatkan diri di luar dirinya sendiri, dengan mengambil jalan yang pada prinsipnya tak teratur, dalam rangka mengarahkan pada kenyataannya.

Ilustrasi  lainnya untuk filsafat Bergson, kita bisa bayangkan alam semesta adalah rel kereta yang di dalamnya kehidupan adalah kereta yang berjalan ke atas dan materi adalah kereta yang berjalan ke bawah…

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , .