Philosophy Today

Henry Bergson…3

Kehidupan adalah suatu kekuatan yang sangat besar, suatu dorongan hati yang sangat vital,yang diberikan hanya sekali sejak permulaan dunia, yang menjumpai perlawanan dari materi, berjuang menerobos jalan melalui materi, belajar secara bertahap untuk menggunakan materi dengan sarana organisasi; kemudian terbagi oleh hambatan-hambatan yang dialaminya hingga menjadi arus-arus yang bercabang, bagai angin di pojok jalan; sebagian dilemahkan melalui adaptasi yang dipaksakan oleh materi padanya; namun selalu mempertahankan kemampuannya untuk aktivitas bebas, dengan selalu berjuang untuk menemukan saluran-saluran baru, selalu mencari kebebasan gerak yang lebih besar di tengah-tengah tebalnya dinding-dinding materi yang menentang arus.

Evolusi tidak bisa dijelaskan oleh adaptasi terhadap lingkungan; evolusi hanya memutar dan membelokkan arah evolusi, seperti berkelok-keloknya jalan menuju kota melalui pedesaan berbukit. Namun perumpamaan itu tidak cukup memadai sebab tidak seperti jalan dari desa meuju kota, di ujung jalan yang dilalui oleh evolusi tidak ada kota, tidak ada tujuan tertentu.

Mekanisme dan teleologi juga menderita cacat semacam itu; keduanya mengira bahwa tidak ada kebaruan yang esensial di dunia. Mekanisme menganggap masa depan tersirat di masa lalu, dan teleologi, yang meyakini bahwa ujung yang harus dicapai bisa diketahui lebih dahulu, menolak kebaruan esensial apa pun terkandung dalam hasilnya.

Dalam menentang kedua pandangan itu, walau lebih bersimpati kepada teleologi dari pada mekanisme, Bergson berpendapat bahwa evolusi sebenarnya kreatif, seperti karya seniman. Dorongan hati untuk bertindak, keinginan yang tak terbatas, telah ada sebelumnya. Namun sampai keinginan itu terpenuhi, hakikat sesuatu yang memenuhinya tidak mungkin diketahui. Contohnya kita mungkin mengira bahwa hasrat yang samar-samar terdapat dalam hewan-hewan tak memiliki alat penglihatan mampu menyadari objek-objek sebelum bersentuhan dengannya. Hal itu menghasilkan upaya yang akhirnya menghasilkan penciptaan mata. Penglihatan memenuhi hasrat tersebut, tetapi belum bisa terbayangkan sebelumnya. Karena alasan itu, evolusi bukanlah hal yang bisa diprediksi dan determinisme tidak bisa menolak kehendak bebas….

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan