Philosophy Today

HENRY BERGSON-2

Filsafat perasaan meliputi semua filsafat yang optimistik dan yang pesimistik, yang menawarkan penyelamatan dan yang menganggap penyelamatan adalah mustahil. Filsafat religius umumnya tergolong dalam jenis ini. Di antara filsafat-filsafat teoritis, kita menempatkan kebanyakan sistem filsafat besar, karena walaupun hasrat akan pengetahuan itu jarang, ini merupakan sistem dari apa yang terbaik dari filsafat.

Di sisi lain, filsafat-filsafat praktis adalah yang menganggap bahwa tindakan sebagai kebaikan tertinggi, dengan memandang pengetahuan sebagai instrumen belaka dan kebahagiaan sebagai akibat dari aktivitas yang sukses. Filsafat-filsafat tipe ini lazim di kalangan Eropa Barat jika para filsuf telah menjadi orang biasa; sebagaimana adanya, mereka jarang ada sampai saat ini; pada kenyataannya wakil utamanya adalah kaum pragmatis dan Bergson.

Dalam timbulnya filsafat ini, Bergson melihat pemberontakan manusia modern melawan otoritas filsafat Yunani, khususnya Plato; atau kita bisa mengaitkannya, seperti yang dilakukan oleh Dr. Schiller, dengan imperialism dan mobil. Dunia modern memerlukan filsafat semacam itu, dan keberhasilan yang dicapai berkat itu bukan hal yang mengejutkan.

Filsafat Bergson, tidak seperti filsafat terdahulu, bersifat dualistic: dunia bagi dia, terbagi menjadi dua bagian yang berlainan, kehidupan di satu sisi dan, di sisi lain, sesuatu yang tidak bergerak yang oleh intelek disebut materi. Alam semesta adalah benturan dan konflik antara dua gerakan yang bertentangan: kehidupan, yang naik ke atas, dan materi, yang turun ke bawah….  

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , .

Tinggalkan Balasan