Philosophy Today

Bagaimana cara pandang Anda terhadap masa depan? Kegagalan atau keberhasilan di masa depan sering dihubungkan dengan nasib. Nasib mengacu pada hasil yaitu sukses atau gagal. Ketika orang menemui kegagalan mungkin akan berujar, “memang sudah nasibku begini.” Sebaliknya, jika seseorang mencapai sukses, orang lain sering berkata “Nasibnya memang baik”. Apakah paradigma itu benar? Apakah Anda menyandarkan masa depan Anda pada nasib?

Sebagian orang percaya bahwa nasib bisa diubah. Sebagian orang menganggap nasib tidak dapat diubah. Sebagian lagi berpikir bahwa nasib dapat diubah tapi susah sekali mengubahnya.

Bila nasib adalah sesuatu yang tidak dapat berubah atau diubah, orang sukses akan sukses terus, orang gagal akan gagal terus. Tapi kenyataannya, begitu banyak orang yang dulu sukses sekarang  menjadi gagal, sebaliknya orang yang dulu gagal, sekarang akhirnya bisa sukses. Itu menunjukkan bahwa nasib bukan merupakan sesuatu yang kekal. Nasib Anda bisa Anda ubah.

Pikiran Anda merupakan magnet yang sangat kuat. Jika Anda memiliki pikiran negatif maka Anda akan menarik lebih banyak hal negatif ke dalam diri Anda, sebaliknya jika Anda berpikiran positif maka Anda akan lebih banyak menarik hal positif ke dalam kehidupan Anda. Jadi,Anda sendirilah yang menciptakan hidup Anda, Anda yang menginginkannya seperti itu. Pikiran kita memancarkan suatu frekuensi dan menarik semua hal yang berada di frekuensi yang sama.

Maka jika ingin nasib Anda berubah, ubahlah dahulu frekuensi pikiran Anda ke hal-hal yang Anda inginkan. Mungkin Anda akan berkata, saya dari kecil memiliki cita-cita, tetapi kenapa sampai sekarang belum mencapainya, atau malah semakin jauh. Coba Anda perhatikan selama perjalanan hidup Anda dari kecil, apakah Anda sudah konsisten memancarkan pikiran Anda ke arah cita-cita Anda. Ingat, bahwa pikiran negatif menjauhkan Anda dari cita-cita Anda. Terutama ketika Anda berhadapan dengan suatu masalah dalam rangka mencapai cita-cita Anda, sudahkah Anda memiliki tekad atau pikiran yang teguh untuk mengatasinya dan memikirkan bahwa masalah tersebut adalah sesuatu yang dapat Anda atasi?

Satu pikiran positif jauh lebih baik dari beberapa pikiran negatif. Maka usahakan mengembangkan pikiran positif dalam hidup Anda. 

Anda mungkin berada dalam kondisi lingkungan dan latar belakang keluarga yang tidak mendukung dan Anda merasa bahwa Anda memang dilahirkan untuk demikian. Anda memang dipengaruhi lingkungan Anda, namun Anda memiliki kebebasan untuk memilih respon Anda terhadap lingkungan. Respon Anda terhadap lingkungan menunjukkan apakah Anda manusia yang reaktif atau proaktif. Manusia yang reaktif adalah manusia yang selalu menyalahkan kondisi atau lingkungan, sedangkan manusia proaktif adalah manusia yang mencari jalan keluar dari apa yang terjadi pada dirinya. Manusia proaktif percaya bahwa dia memiliki hak untuk mengubah keadaan.

Menabur pikiran, menuai tindakan;

Menabur tindakan, menuai kebiasaan

;Menabur kebiasaan, menuai karakter;

Menabur karakter, menuai ‘nasib’.

-Samuel Smiles-

(LINGKARAN SUKSES – TIOPAN LG)

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .