Philosophy Today

Apakah aku merasa bahagia? Sangat mungkin.

Namun, apakah aku sungguh-sungguh merasa layak untuk bahagia? penting menjadi bahan refleksi saya untuk mengukur moralitas saya, sebab kebahagiaan sejati bukanlah sekadar perasaan senang yang hanya berpusat pada diri sendiri, tetapi secara moral terpilin dengan kebahagiaan orang lain.

Andaikan saya bahagia dengan perceraian, apakah kebahagiaan saya masih bermakna ketika hal itu justru membuat orang lain menderita?

Andaikan saya bahagia dengan limpahan materi yang saya miliki, apakah kebahagiaan itu masih layak disebut bahagia jika limpahan itu saya peroleh dengan menguras darah dan keringat orang lemah?

Retorika moralitas sungguh menggugah, namun aku sendiri tidak begitu yakin dengan implementasinya dalam realitas. Kebahagiaan di dunia ini tampaknya hanya kebahagiaan egoistik, selebihnya hanya masalah selera. TIO

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan