Philosohy Today

Pengalaman saya sebagai kolumnis, yang harus menulis secara periodik menjelaskan nbetapa pentingnya memulai. Persoalan menulis bukan persoalan ide atau gagasan yang langka. Ide selalu ada, bahkan isi tulisan pun sudah tersusun di kepala. Persoalannya adalah hanya untuk membuka word lalu menuliskan judul kemudian menuangkan apa yang sejatinya sudah terangkai di benak dan setelah itu baru diedit lagi, ternyata bukan hal mudah. Terlalu banyak alasan dan terlalu banyak godaan untuk menunda, itulah alasannya.

Banyak yang kita rencanakan dalam kehidupan kita, namun banyak juga yang kita tunda. Bukan persoalan waktu, bukan persoalan kesempatan yang sulit didapat tetapi semata-mata persoalan kemauan yang tidak memadai untuk memulai. Terkadang inspirasinya sudah nyata, namun aksi yang tidak kunjung terjadi membuat inspirasi kembali menguap. Inspirasi baru datang lagi dan menguap lagi, datang lagi dan menguap lagi.

Bayangkan! Seorang teman menceritakan perihal rencananya yang akan mengambil kursus Bahasa Inggris yang hingga sekarang tidak terealisasi. Anda mau tahu kapan itu direncanakan? Dua puluh tahun yang lalu. Tampaknya hal yang sama tapi berbeda terjadi juga pada diri kita masing-masing, persoalan memulai.

Padahal, senyatanya, ketika kita sudah mulai, sangat jarang tidak bisa kita lanjutkan dengan alasan ketidakmampuan. Memang, kita butuh kecerdasan bertahan (adversity Quotient) ketika kita sudah memulai sesuatu, namun sia-sia membicarakan kecerdasan bertahan ketika kita belum memulai apa-apa. Sebab itu, bukalah tabir sukses dengan memulai apa yang sudah anda rencanakan!……TIO 

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .