Mengapa Transponden Pesawat Dimatikan?

Jakarta, tiologi.com(18/03/14)


Transponder (singkatan dari transmitter responder-red) awalnya dikembangkan selama perang dunia II oleh militer Inggris dan Amerika sebagai alat untuk mendeteksi kawan atau musuh. Konsep ini menjadi teknologi inti dalam pertahanan Amerika Utara selama perang dingin. Lalu, kontrol lalu lintas udara sipil mengadaptasi teknologi itu pada tahun 1950 sebagai sistem layanan lalu lintas penerbangan komersial.
transponden

Transmitter responden (transponden)

Pasca hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, dan pengumuman Perdana Menteri Malaysia bahwa ada seseorang di dalam pesawat itu yang menerbangkan pesawat ratusan mil jauhnya dari jalur yang semestinya, nama transponder tiba-tiba populer. Pasalnya, kajian para pakar mengarah pada keyakinan adanya seseorang yang dengan sengaja mematikan transponder pesawat itu sehingga membuat hilangnya pesawat yang mengangkut 239 orang itu menjadi sebuah misteri dan menjadi penyebab utama mengapa pesawat itu belum jua ditemukan hingga saat ini.

Mengapa seseorang mematikan alat yang terletak di kokpit  itu, apakah seseorang telah membajak pesawat itu dan berusaha menyembunyikannya? Untuk Malaysian Airlines MH370, pertanyaan itu belum terjawab hingga kini, namun menurut beberapa sumber, ternyata ada beberapa alasan yang sah bagi seorang pilot untuk mematikan alat komunikasi yang memungkinkan pengendali lalu lintas udara dapat mengidentifikasi dan melacak pesawat.

Sangat jarang bagi seorang pilot untuk mematikan transponder selama penerbangan, kecuali dengan alasan berikut:

  •  Malfungsi transponder yang dapat memberikan pembacaan yang salah.
  • Hubungan arus listrik pendek pada perangkat, sehingga pilot berusaha menghindari risiko api menyebar ke seluruh kokpit dan pesawat.

Selama mendarat di bandara, pilot bisa saja mematikan transponder agar tidak membanjiri pengendali lalu lintas udara dengan begitu banyak sinyal dalam satu lokasi, namun hal itu semakin berkurang sebab pilot sekarang dilengkapi alat “moving map” yang menampilkan data transponder dan menunjukkan kepada mereka lokasi pesawat lain di tanah dan membantu membimbing mereka di sekitar bandara tanpa kecelakaan.

Pesawat memiliki dua transponder. Ada dua tombol di kokpit – satu di sebelah kanan, yang lain di sebelah kiri -. Ketika salah satu transponder aktif, yang lain dalam modus siaga.

Ross Aimer, seorang pensiunan pilot  United Airlines dan mantan instruktur 777 seperti dikutip oleh Associated Press, mengatakan ada kemungkinan seorang pilot bisa mencapai dan mematikan transponder tanpa pilot lain melihatnya.

(T-01/tiologi.com/Ap)
Posted in HEAD LINE and tagged , .