MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-43

Berikut adalah ilustrasi lainnya mengenai reduksionisme. Seorang psikoanalis Freudian terkenal mendedikasikan dua volume tulisan kepada Goethe. “Di halaman 1538,” tinjauan buku berbunyi, “penulis menggambarkan kepada kita seorang jenius dengan ciri gangguan manic-depressive, paranoid, epileptoid, homoseksualitas, incest, voyeurisme, eksibisionisme, fetisisme, impotensi, narsisme, neurosis obsessivecompulsive, histeria, megalomania, dan sebagainya. Dia tampaknya fokus hampir secara eksklusif pada insting  daya dinamis yang mendasari karya seni. Kita didorong mempercayai bahwa karya-karya Goethe tidak lain adalah hasil dari fiksasi pregenital. Perjuangannya tidak murni bertujuan idealisme, keindahan, dan nilai-nilai, tetapi untuk mengatasi masalah yang memalukan, ejakulasi dini. Betapa bijaksana dan hati-hatinya Freud, dibandingkan dengan pengikutnya, ketika ia mengatakan bahwa kadang-kadang cerutu mungkin cerutu dan tidak lain kecuali cerutu. Seorang Freudian semestinya menafsirkan pernyataan Freud sebagai rasionalisasi tentang mengisap cerutu.

Interpretasi reduksionis tentang nilai cenderung melemahkan dan mengikis semangat kaum muda. Sebagai contoh dapat dinilai pada laporan penelitian berikut. Sepasang relawan muda Amerika Serikat yang melayani di Peace Corps Afrika kembali dengan penuh rasa jijik dan muak. Awalnya mereka berpartisipasi dalam kelompok yang dipimpin oleh seorang psikolog yang memainkan permainan sebagai berikut:

“Mengapa Anda bergabung dengan Peace Corps?”

“Kami ingin membantu orang lain.”

“Jadi Anda merasa superior dibanding mereka?”

“Dalam satu hal.”

“Oh, jadi itu yang terjadi pada Anda. Anda ingin membuktikan kesuperioran Anda terhadap mereka?”

“Baiklah, kami tidak pernah berpikir demikian, tetapi Anda seorang psikolog, Anda pasti tahu lebih banyak.”

Dan begitulah seterusnya, mereka diindoktrinasi dalam interpretasi terhadap idealisme dan altruisme mereka sekadar urusan pribadi. Lebih buruk lagi, menurut laporan, mereka secara terus-menerus memainkan permaian “apa motif tersembunyi Anda”. 

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan