MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-42

Secara rata-rata, kenyataan bahwa kevakuman eksistensial pada pelajar di Amerika lebih nyata dibanding pelajar di Eropa. Menurut pandangan saya, hal itu terjadi karena paparan rata-rata pelajar Amerika pada indoktrinasi semacam reduksionisme. Untuk mengutip sebuah contoh, sebuah buku mendefinisikan manusia sebagai “tidak lebih dari mekanisme biokimia kompleks yang didukung oleh sistem pembakaran yang memberikan energi komputer dengan fasilitas penyimpanan yang luar biasa untuk kode-kode informasi. Mengutip contoh lain yang mendefiniskan manusia sebagai ‘kera telanjang’. Dengan menawarkan para pelajar konsep-konsep reduksionis manusia,  kita mendorong mereka menuju kevakuman eksistensial. Saya ingat dengan baik bagaimana perasaan saya saat menjadi pelajar berusia 13 tahun ketika guru ilmu pengetahuan alam mengatakan kepada kami bahwa pada analisi akhir hidup tidak lain hanyalah proses pembakaran, proses oksidasi. Saya melonjak dari tempat duduk saya dan mengatakan, “Profesor, jika demikian halnya, makna apa yang tersisa dalam kehidupan?” Yang  pasti, dalam hal ini sang profesor telah mengambil bentuk reduksionisnya sebagai oksidasionis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh RN. Gray dan rekannya menunjukkan selama sekolah kedokteran sinisme menjadi aturan yang mengikat semakin meningkat sementara kemanusiaan semakin menurun. Hanya setelah menyelesaikan studi kedokteran kondisi itu berbalik, namun sayangnya tidak dalam semua hal. Saya mengatakannya sebagai keajaiban kecil. Pertimbangkanlah dua definisi yang ditawarkan oleh penulis yang dikutip dalam buku ini, di mana manusia didefinisikan sebagai ‘tak lebih dari suatu sistem kontrol adaptif’ dan nilai yang didefinisikan sebagai ‘tak lebih dari suatu pengekangan homeostatis dalam proses stimulus dan respons’. Menurut reduksionis yang lain, nilai tak lebih dari suatu reaksi pembentukan dan mekanisme pertahanan. Bagi saya sendiri, saya tidak bersedia hidup demi reaksi pembentukan saya sendiri dan juga tidak bersedia mati demi mekanisme pertahanan saya.

Posted in FILOSOFI, PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan