MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-38

Kehendak terhadap kenikmatan, bagaimana pun bertentangan dengan kualitas transendensi diri realitas manusia. Ia juga mengalahkan dirinya sendiri. Kenikmatan dan kebahagiaan adalah hasil. Ia tidak dapat dikejar melainkan sesuatu yang terjadi. Pengejaran terhadap kebahagiaan akan merintangi kebahagiaan itu sendiri. Semakin seseorang membuat kebahagiaan sebagai tujuan semakin ia kehilanganĀ tujuan. Hal ini paling mencurigakan dalam kasus neurosis seksual seperti frigiditas dan impotensi. Kemampuan dan pengalaman seksual dipaksakan dan membuatnya baik menjadi objek perhatian maupun tujuan. Saya menyebut yang pertama sebagai hyperreflection dan yang kedua sebagai hyperintention.

Hyperintention dapat diamati bahkan pada skala masif. Dengan mempertimbangkan bagaimana opini publik ditempatkan pada perhatian tentang keberhasilan seksual. Seperti yang saya tunjukkan di mana-mana, tekanan itu menimbulkan keasyikan dan ketakutan. Orang yang memiliki perhatian yang berlebihan terhadap kesuksesan seksual akan dikuasai oleh ketakutan terhadap kegagalan seksual, sementara ketakutan selalu akan membawa apa yang ditakutkan. Ada lingkaran setan di sana. Laporan-laporan tentang neurosis seksual dihadapi oleh para psikiater saat ini.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan