MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-35

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sangat memahami perbedaan itu. Bila kita tidak memahami hal itu, kita tidak akan tertawa membaca komik yang menunjukkan keberatan Snoopy tentang penderitaannya akibat perasaan tidak tidak bermakna dan hampa, hingga Charlie Brown datang dengan semangkuk penuh makanan anjing, dan Snoopy berseru, “Ah. Makna”. Apa yang membuat kita tertawa persis pada kebingungan tentang perbedaan arti dan makna. Meskipun┬ámakanan adalah suatu kondisi penting untuk hidup, ia tidak cukup untuk menjadikan hidup seseorang menjadi bermakna dan dengan demikian menghilangkan rasa tak bermakna dan hampa,

Temuan penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins University bersesuaian dengan studi yang dilakukan di Michigan University: Sebanyak 1.533 pekerja ditanyai untuk mengetahui aspek prioritas yang dicari orang dalam bekerja. Gaji yang tinggi, berada pada peringgkat ke lima. Joseph Katz dari State University New York yang menganalisis beberapa opini dalam polling baru-baru ini mengatakan, “Gelombang berikutnya orang yang memasuki dunia industri akan memprioritaskan karir yang bermakna, bukan uang.”

Seperti kita lihat, “kehendak terhadap makna” “tidak dapat dijelaskan sekadar baju filosofis untuk konsep dinamis tradisional” mengutip apa yang dikatakan oleh James C. Crumbaugh. Faktanya, ” Teori dan Terapi psikodinamis terkini yang didasarkan padanya, memiliki skop yang terlalu sempit untuk menjelaskan perilaku generasi muda,” seperti yang dikatakan Z. J. Lipowsky. Apa yang bahkan lebih penting adalah bahayanya, secara khusus bagi generasi muda dapat diselewengkan dengan meremehkannya, Sebaliknya, bila saya mendari aspirasi tertinggi dari manusia, seperti kehendak terhadap makna, saya akan dapat menggerakkan mereka.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan