MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-34

Bila masih ada kebutuhan untuk menunjukkan bahwa konsep kehendak terhadap makna adalah dasar yang realistis dan secara sempurna membumi, seseorang dapat mempertimbangkan hasil sebuah survey yang diterbitkan oleh American Council on Education: dari 171. 509 pelajar yang disurvey, sebagian besar —mencapai 68,1 persen—memilih “mengembangkan  filosofi hidup yang bermakna”. Hasil survey yang lain yang dilakukan di Jhon Hopkins University dan disponsori oleh National Institute of Mental Health menemukan bahwa dari 7948 siswa yang disurvey di 48 sekolah, hanya 16 persen yang mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah menghasilkan banyak uang. Enam puluh delapan persen siswa memilih “menemukan tujuan hidup yang bermakna dalam hidup saya”.

Enam puluh delapan persen, sebagaimana adanya, bagaimana pun merupakan angka yang signifikan bagi anak-anak muda yang menyatakan bahwa tujuan tertinggi dari hidupnya adalah “meningkatkan standar hidup mereka”. Tampaknya, hierarki kebutuhan Maslow bersesuaian dengan hal itu: Pertama, seseorang harus meningkatkan taraf hidupnya, dan hanya setelah hal itu tercapai, maka ia dapat menuju tingkat berikutnya, menemukan tujuan dan makna hidup. Namun, saya mengatakan hal itu sebagai kesalahan. Hal itu tanpa mengatakan bahwa seseorang pertama sekali menginginkan kesehatan. Maka kesehatan tampaknya membentuk tujuan hidup tertingginya. Namun dalam fakta, pada akhirnya tidak ada yang lebih dari pada makna sebab kesehatan adalah prakondisi apapun yang dipertimbangkan sebagai tujuan akhir yang bermakna. Dengan kata lain, dalam beberapa kasus, keharusan pertama adalah untuk meneliti apa yang menjadi makna akhir di balik makna sementara, dan metode yang sesuai untuk meneliti hal itu adalah  seperti yang dilakukan dalam dialog Socrates. Seperti kita lihat, teori motivasi Maslow tidak memadai di sini, sebab kebutuhan tidaklah dibedakan berdasarkan kebutuhan tertinggi dan kebutuhan terendah, melainkan sebagai jawaban terhadap pertanyaan apakah tujuan individu sekadar berarti atau bermakna.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan