MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-32

Dengan demikian, eksistensi manusia—paling tidak sepanjang ia belum terdistorsi neurotis—selalu terarah pada sesuatu atau seseorang selain dirinya sendiri, apakah itu makna yang harus dipenuhi atau seseorang yang harus dicintai. Saya menyebutkan konstitutif eksistensi manusia ini sebagai ‘transendensi diri’. APa yang disebutkan sebagai aktualisasi diri adalah sebagai dampak, sebagai produk samping yang tidak disadari dari transendensi diri. Ini mengubah apa yang disebut sebagai imperatif Pindar: Seseorang  harus menjadi  dirinya—dengan kata lain, “Seseorang harus mengaktualisasikan potensinya.”— akan menjadi valid jika kita tambahkan apa yang disebut oleh Karl Jasper, “Menjadi apa seseorang, ia harus melampaui penyebab yang menjadikan dirinya.” Atau seperti yang disebutkan Abraham H Maslow, ” Urusan aktualisasi diri, dapat dihasilkan “melalui komitmen untuk pekerjaan baik.”

Hanya bila aktualisasi diri dapat diperoleh melalui jalan memutar, melalui pemenuhan makna, maka identitas hanya dapat diperoleh melalui tanggung jawab, melalui tanggung jawab pemenuhan makna. Ini bersesuaian dengan penelitian yang dilakukan di Boston University, yang didasarkan pada tes baru yang “mengukur neurosis kolektif dengan formulasi logoterapi,” menunjukkan bahwa “ada korelasi negatif antara neurosis kolektif dengan tanggung jawab.”

Dengan demikian, sejatinya manusia dicirikan dengan ‘pencarian makna’-nya dari pada ‘pencarian dirinya sendiri’. Semakin ia melupakan dirinya sendiri —kepada penyebab atau orang lain— semakin manusialah ia. Dan semakin ia tenggelam dan asyik ke dalam sesuatu atau seseorang, semakin ia menemukan dirinya sendiri. Pertimbangkanlah seorang bocah, yang sedang asyik bermain, ia melupakan dirinya sendiri—inilah momen yang tepat untuk mengambil gambaran; bila ia menyadari Anda memotretnya, wajahnya akan menjadi dingin dan membeku, menunjukkan kesadaran dirinya yang tidak natural dari pada  keanggunannya yang alami. Mengapa kebanyakan manusia memiliki ekspresi wajah dengan streptipe yang demikian ketika mereka difoto? Ekspresi ini terbentuk dari perhatian mereka untuk meninggalkan kesan kepada penonton. Ini membuat mereka menjadi jelek. Melupakan diri sendiri membuat mereka menjadi kelihatan anggun,

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , , , .

Tinggalkan Balasan