MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-27

Namun, haruskah para psikiater lebih merasa imam dari pada pendeta? Bukankah sebaliknya kita harus paling tidak memberi respek terhadap pasien seperti yang dilakukan pendeta tadi,khususnya dalam hal religiusitas?

Ketika para psikiater mencoba mengungguli para pendeta, itu hanyalah keangkuhan. Fungsi seorang psikiater tidak boleh dibedakan secara tajam dari pada fungsi seorang rohaniwan. Seperti psikiater yang tidak religius membiarkan pasien religius dengan keyakinannya, seperti itulah psikiater yang religius seharunya membiarkan pendeta menjaga imannya.

Di lain tempat, kita telah ditunjukkan bahwa karakter obsessif kompulsif pasien didominasi oleh kehendak Faustian yang seutuhnya diraih dalam tindakan kognisi dan keputusan mereka. Mereka bergantung pada janji yang disebutkan ular,”Eritis Sicut Deus, Scientum Bonum et Malum,” (Kamu akan menjadi seperti Tuhan begitu kamu tahu apa yang baik dan yang jahat). Ketika psikiater mencoba mengambilalih tugas pendeta, mereka seperti berkata, “Esse Sicut Pastores, Demonstratum Bonum et Malum,”—mereka berharap bukan seperti Tuhan, tetapi seperti pendeta, tidak mengetahui, tetapi menunjukkan apa yang baik dan jahat.

Posted in PHILOSOPHY TODAY, tiologi KARAKTER and tagged , , , , , .

Tinggalkan Balasan