MAN;S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-25

Terdapat juga bukti-bukti pada wilayah sosiokultural sebab beberapa kali kita melihat dan menyaksikan bahwa religiusitas yang direpressi merosot menjadi takhayul. Pada abad ini, pemujaan terhadap akal dan megalomania teknologi merupakan  struktur yang merepresi di mana perasaan religius dikorbankan. Fakta ini menjelaskan bahwa banyak kondisi manusia saat ini yang menyerupai suatu “kompulsif neurosis universal umat manusia” mengutip Freud. Kebanyakan kondisi manusia saat ini? Ya— kecuali agama.

Secara khusus merujuk pada teknologi, kita ingat diktum dari Goethe,”Siapa yang memiliki seni dan ilmu pengetahuan, ia juga memiliki agama.”  Namun sekarang, kita tahu dengan baik bahwa  orang yang memiliki pengetahuan akan merasa cukup tanpa ada yang melampauinya:Dengan segera, satu-satunya yang tertinggal dari semua ilmunya adalah bom atom yang dimilikinya.

Namun, sekarang kita berpindah dari masalah humanitas dan kembali ke soal kompulsif neurosis individual. Sebagai kesimpulan bab ini, kita berupaya mengatakan bahwa memang Tuhan adalah “Tuhan yang pendendam” sebab eksistensi neurosis menjadi tanda kemacetan hubungan kepada yang transenden yang terdapat pada manusia.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , , , .

Tinggalkan Balasan