MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-23

Analisis eksistensial telah bergerak maju bahkan melampaui pandangan Freud. Tidak lagi mempertimbangkan “masa depan sebuah ilusi”  tetapi pikiran kita berputar di sekitar munculnya keabadian sebuah realitas—di sekitar realitas yang selalu hadir di mana religiusitas intrinsik manusia mengungkap dirinya sendiri. Ini adalah realitas dalam arti fenomenologi empirisisme yang ketat. Lebih pasti, ini adalah realitas yang dapat tertinggal, kembali menjadi, bawah sadar atau direpresi. Persisnya, tugas logoterapi untuk mengingatkan pasien tentang bawah sadar religiusnya—yakni membiarkannya memasuki pikiran sadarnya kembali. Selanjutnya, urusan analisis eksistensial logoterapi untuk melacak adanya neurosis pada bagian akhir.

Kadang-kadang, eksistensi neurosis tampak dalam defisiensi, pada saat relasi bawah sadar pada transendensi terepresi. Namun, meskipun tersembunyi dalam “bawah sadar transenden” transenden yang terepresi muncul dan membuat dirinya sendiri terlihat sebagai suatu “kegelisahan hati”. Dalam buku saya “The Doctor and The Soul” saya menjelaskan suatu kasus di mana kegelisahan ini mengendapkan sebuah kondisi  “psikosomatis” atau “noosomatik”. Maka apa yang berlaku secara umum pada bawah sadar juga berlaku pada bawah sadar religious, represi berakhir dengan neurosis.

Terdapat bukti klinis untuk kesimpulan ini. Ambil contoh, seorang pasien yang menderita obsessive compulsive neurosis yang telah beberapa tahun mendapat perawatan dari berbagai psikoanalisis. Gambaran simptomtologis didominasi oleh ketakutan obsesif apakah ia mungkin akan berakhir dengan kutukan badi oleh ibu dan saudaranya. Dengan alasan itu, pasien tidak menerima jabatan di pemerintahan di mana ia diharuskan untuk mengambil sumpah jabatan, yang suatu saat mungkin ia langgar sekalipun dengan penyebab yang sepele. Sebagai konsekuensinya, ibu dan saudaranya akan dikutuk. Ia juga menghindari pernikahan, dengan sebab yang sederhana bahwa ia harus mengatakan “Ya, saya berjanji” pada saat pernikahan, dan jika suatu saat ia melanggar janji pernikahan, hal itu juga akan mengutuk ibu dan saudaranya yang sudah meninggal. Ia juga tidak membeli radio, sebab pada saat ia akan membelinya pikiran obsesif akan membawanya pada pikiran bahwa jika ia tidak hati-hati dengan detail teknis, ibu dan saudaranya akan menderita siksa di neraka.

Posted in PHILOSOPHY TODAY, tiologi KARAKTER and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan